MEDIAWARTA,MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mematangkan persiapan lelang atau seleksi calon komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar.
Proses tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, bersama panitia seleksi (pansel) diantaranya Rektor UIM Prof Muammar Bakry dan Kabag Kesra Makassar Muh Syarief di ruang rapat Sekda Makassar, Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (11/2).
Sekda Makassar Andi Zulkifly menegaskan, mekanisme dan aturan seleksi harus dirancang secara matang agar proses berjalan transparan dan tepat waktu, mengingat masa kerja komisioner Baznas saat ini akan berakhir pada Mei mendatang.
“Kita harus memastikan jadwal seleksi tersusun dengan baik, mulai dari pembukaan pendaftaran hingga tahapan asesmen. Dalam satu minggu ini sekretariat diminta menyusun rancangan jadwal untuk selanjutnya dibahas dan disetujui dalam rapat tindak lanjut pembentukan panitia seleksi (pansel),” ujar Andi Zulkifly.
Ia menambahkan, kewenangan pembentukan panitia seleksi berada pada Pemkot Makassar. Nantinya, dari seluruh pendaftar akan disaring menjadi 10 besar untuk mengikuti tahapan tes lanjutan.
Menurut Andi Zulkifly, proses seleksi dapat berjalan paralel dengan tugas komisioner Baznas saat ini yang tengah fokus pada pengumpulan zakat selama Ramadan.
“Kita beri ruang agar komisioner yang ada tetap fokus menjalankan tugasnya, khususnya di bulan Ramadan. Proses seleksi tetap berjalan sesuai tahapan yang telah disepakati,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Makassar, Muh Syarief, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan skema teknis pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi administrasi.
“Pendaftaran calon peserta direncanakan dilakukan secara daring (online), sedangkan pengembalian berkas dilakukan secara luring (offline). Untuk persyaratan seleksi masih menunggu kesepakatan bersama dalam rapat lanjutan,” kata Syarief.
Ia menjelaskan, masa pengembalian berkas direncanakan berlangsung selama satu bulan sebelum tahapan tes. Berkas yang masuk sebelum Idulfitri akan diverifikasi, sementara pengumuman kelulusan administrasi direncanakan dilakukan setelah Lebaran
Terkait jadwal pasti pembukaan pendaftaran, Syarief menyebut pihaknya masih menunggu arahan Sekda Makassar untuk pelaksanaan rapat lanjutan penetapan jadwal resmi.
Di sisi lain, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), Prof. Muammar Bakry selaku panitia seleksi turut memberikan masukan dalam pembahasan tersebut, menekankan pentingnya penyesuaian jadwal dengan momentum Ramadan.
“Pelaksanaan seleksi harus memperhatikan masa pendaftaran dan efektivitas waktu di bulan Ramadan. Karena itu, diusulkan pembukaan pendaftaran dilakukan setelah Ramadan agar prosesnya lebih optimal,” ujarnya.
Prof. Muammar juga menekankan pentingnya penguatan aspek pengembangan wakaf sebagai salah satu poin strategis dalam seleksi komisioner Baznas mendatang. Menurutnya, visi dan misi pengembangan wakaf perlu menjadi perhatian khusus dalam penilaian.
“Nanti visi dan misi pengembangan wakaf dapat dituangkan secara tertulis oleh bakal calon peserta sebagai bagian dari persyaratan seleksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam tahapan asesmen, Baznas pusat biasanya turut hadir untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan dan standar nasional.
Dengan masa jabatan komisioner saat ini yang berakhir pada Mei, Pemkot Makassar menargetkan seluruh tahapan seleksi dapat rampung tepat waktu sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di tubuh Baznas Kota Makassar. (*)

Comment