MEDIAWARTA,MAKASSAR,– Upaya penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dan karakter terus dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah dan penyelenggara pendidikan. Pada Kamis (18/6/2026), I Gst. Ayu Uik Astuti, Pembimas Hindu Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan Ketua Yayasan Sadhana, Nyoman Pujawan, yang didampingi oleh Pembina Yayasan, Simon Kendek Paranta’.
Pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pengembangan Widyalaya yang berada di Sulawesi Selatan.
Widyalaya merupakan satuan pendidikan formal yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan umum dengan kekhasan pendidikan agama Hindu, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang seimbang antara pengetahuan, moral, dan spiritual.
Dalam pembahasannya, para pihak menegaskan pentingnya keberadaan Widyalaya sebagai sarana mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur, karakter yang kuat, serta pemahaman nilai-nilai keagamaan yang baik.
Penyelenggaraan Widyalaya melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Widyalaya sendiri memiliki beberapa jenjang pendidikan yang setara dengan pendidikan formal nasional, yaitu Pratama Widyalaya setara PAUD/TK, Widyalaya setara Sekolah Dasar (SD), Madyama Widyalaya setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Utama Widyalaya setara Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain membahas perkembangan Widyalaya di Sulawesi Selatan, koordinasi tersebut juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga perluasan akses layanan pendidikan bagi umat Hindu di berbagai daerah.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat, diharapkan Widyalaya dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi Hindu yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya serta ajaran agama yang menjadi landasan kehidupannya.
“Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat eksistensi Widyalaya sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas generasi penerus bangsa,” Tutur Ayu

Comment