KALLA Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik Sulselbartra

MEDIAWARTA, MAKASSAR KALLA kembali menorehkan prestasi di bidang kepatuhan perpajakan dengan meraih penghargaan sebagai Wajib Pajak Terbaik dan Terbesar Tingkat Korporasi Tahun 2025 dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Kanwil DJP Sulselbartra).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil DJP Sulselbartra, Imanul Hakim, dalam kunjungan resmi ke Wisma KALLA, Makassar, Kamis (23/7/2026).

Kepala Kanwil DJP Sulselbartra, Imanul Hakim, mengapresiasi konsistensi KALLA dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Menurutnya, peningkatan kontribusi pajak yang diberikan KALLA menjadi cerminan pertumbuhan bisnis perusahaan beserta seluruh unit usahanya.

Ia berharap kontribusi tersebut terus meningkat sebagai bagian dari dukungan dunia usaha terhadap pembangunan nasional melalui penerimaan negara.

Penghargaan tersebut juga diberikan kepada tiga entitas usaha di bawah naungan KALLA, yakni PT Hadji Kalla, PT Kalla Inti Karsa, dan PT Bumi Sarana Utama.

Capaian ini menunjukkan komitmen grup usaha tersebut dalam menerapkan kepatuhan perpajakan secara konsisten di seluruh lini bisnisnya.

Finance & Legal Director KALLA, Imelda Jusuf Kalla, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang baik melalui sistem perpajakan yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, seluruh proses transaksi dan pelaporan pajak di lingkungan KALLA telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) badan, hingga PPh pribadi.

Imelda menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan nilai yang selama ini ditanamkan Founder & Advisor KALLA, HM Jusuf Kalla, yang menempatkan kepatuhan membayar pajak sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada negara.

Melalui penghargaan ini, KALLA menegaskan tekad untuk terus menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan, bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia.

Comment