MEDIAWARTA, MAKASSAR – Sebanyak 85 tenant kuliner dan industri kreatif akan meramaikan Makassar Culinary Night (MCN) 2026 di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, pada 16–18 Oktober 2026. Mengusung tema “Pesta Rakyat”, festival ini memadukan wisata kuliner, hiburan, aktivitas kreatif, dan kampanye lingkungan dalam satu ruang terbuka bagi masyarakat.
Dari 387 pendaftar, penyelenggara memilih 85 tenant setelah melalui proses kurasi selama sekitar tiga bulan. Peserta terpilih terdiri atas 75 tenant makanan dan minuman atau food and beverage (F&B), serta 10 tenant creative market.
Direktur Festival Makassar Culinary Night, Mistrianie F.A. Muin, mengatakan tema “Pesta Rakyat” kembali diangkat untuk menghadirkan suasana festival yang lebih meriah dan dapat dinikmati berbagai kalangan.
“Pelaksanaan tahun ini dimajukan dari jadwal yang biasanya berlangsung pada November dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kesiapan penyelenggaraan.,” ungkapnya, Selasa (13/10/2026).
Kehadiran puluhan tenant tersebut menjadi salah satu daya tarik utama MCN. Selain menawarkan beragam pilihan kuliner, festival ini membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dalam suasana yang lebih interaktif.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Andi Hendra Hakamuddin, mengatakan kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang berperan penting dalam menopang pariwisata daerah. Bersama fesyen dan kriya, sektor kuliner dinilai memiliki potensi untuk memperkuat daya tarik Makassar sebagai destinasi wisata.
“Berdasarkan data pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar, kontribusi sektor pariwisata mencapai sekitar 25 persen. Karena itu, pemerintah kota mendukung kegiatan yang dapat memperluas promosi pelaku industri kreatif sekaligus mendorong pengembangan Makassar sebagai kota gastronomi,” ujarnya.
Menurut Andi Hendra, kekayaan cita rasa dan keragaman makanan lokal merupakan potensi yang perlu terus diperkenalkan melalui pendekatan kreatif yang mengikuti perkembangan zaman.
” Festival seperti MCN diharapkan dapat mempertemukan kekuatan kuliner lokal dengan kebutuhan wisatawan yang mencari pengalaman berbeda ketika berkunjung ke Makassar,” jelasnya.
Dukungan terhadap pengembangan pariwisata tersebut berjalan beriringan dengan perhatian pada lingkungan. MCN membawa konsep Green Culture Festival, yang menurut Mistrianie semakin diperkuat sejak festival kembali diselenggarakan setelah pandemi Covid-19 pada 2022.
Salah satu penerapannya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kalangan tenant. Mistrianie menyebut sekitar 80 persen tenant telah diarahkan untuk tidak menggunakan bahan plastik tertentu dalam operasional mereka, dengan penerapan yang tetap menyesuaikan ketentuan teknis di lokasi acara.
Penyelenggara juga menyediakan water station bagi pengunjung yang membawa tumbler agar dapat memperoleh air minum secara gratis. Fasilitas ini diharapkan membantu mengurangi penggunaan botol dan kemasan sekali pakai selama festival berlangsung.
Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti Jabir, turut mengajak pengunjung membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Ia mendorong masyarakat membawa botol minum yang dapat digunakan kembali serta membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik.
“Edukasi pengelolaan sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui kegiatan publik yang melibatkan banyak orang. Dengan partisipasi pengunjung, upaya menjaga kebersihan festival diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara dan tenant,” paparnya.
Selama tiga hari, pengunjung juga akan disuguhi penampilan musisi, komunitas, dan talenta lokal. Nama-nama yang dijadwalkan tampil antara lain Husen Bunchen Berkaraoke, Jasmine Risach, Sanggar Marennu, Teman Bermain, U&A Kids Voice, Vinss Band featuring Vani June, Yanamja, dan Xrap Berkaraoke.
Beragam kegiatan kreatif turut disiapkan, mulai dari permainan bersama Main Yuk, meracik parfum bersama Tiny Perfume, hingga membuat gelang bersama Moora. MCN juga menghadirkan kawasan bebas rokok dan area bermain anak yang dapat digunakan pengunjung secara gratis.
Dari sisi transaksi, pengunjung berkesempatan memperoleh cashback 50 persen hingga Rp15.000 untuk pembayaran menggunakan QRIS OCTO dengan sumber dana OCTO Pay atau kartu kredit. Promo tersebut berlaku pada tenant makanan dan minuman yang berpartisipasi, sesuai syarat dan ketentuan.
MCN pertama kali diselenggarakan pada 2015 dan pernah menjadi salah satu program Dinas Pariwisata Kota Makassar pada periode 2015–2019. Setelah itu, festival dilanjutkan secara mandiri oleh pihak swasta dengan dukungan berbagai mitra, termasuk Yamaha dan CIMB Niaga.
Melalui perpaduan kuliner, hiburan, aktivitas kreatif, dan kampanye lingkungan, Makassar Culinary Night 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus memperluas peluang promosi bagi UMKM. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi wisata kuliner dan ekonomi kreatif.



Comment