Halte Koffie Hadir di FISIP Unhas, Bawa Kopi Ramah Kantong Mahasiswa

Pemilik Halte Koffie, Jefry saat di temui di kantin FISIP Unhas, Minggu (15/9!2026). Foto: Najla Ziana Fairuz/Mahasiswi FISIP Unhas Jurusan Sosiologi

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Kebiasaan menikmati kopi di sela aktivitas berubah menjadi peluang usaha bagi Jefry. Pemilik Halte Koffie yang berdomisili di Bukit Baruga, Makassar, itu membuka gerai kopi pertamanya di Kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Halte Koffie hadir dengan konsep sederhana dan menyasar mahasiswa sebagai pasar utama. Gerai ini menawarkan sejumlah pilihan, mulai dari kopi susu klasik, americano, hingga minuman non-kopi seperti Matcha dengan harga yang disesuaikan dengan kantong mahasiswa.

Bagi Jefry, usaha tersebut berawal dari kegemarannya menikmati sekaligus meracik kopi sendiri di rumah. Hobi yang dilakukan secara sederhana itu kemudian berkembang menjadi gagasan untuk menghadirkan racikan kopi yang bisa dinikmati lebih banyak orang.

“Awalnya cuma hobi. Suka ngopi, coba-coba bikin sendiri, terus kepikiran kalau hobi ini bisa bermanfaat buat orang lain juga. Makanya saya putuskan buka di sini,” ujar Jefry saat ditemui di Halte Koffie, Minggu (13/9/2026).

Pemilihan Kantin FISIP Unhas sebagai lokasi gerai bukan tanpa alasan. Tempat tersebut berada di tengah aktivitas mahasiswa sehingga dinilai memiliki peluang untuk menjadi titik berkumpul sekaligus tempat menikmati minuman di sela perkuliahan.

Kehadiran Halte Koffie mendapat respons positif dari mahasiswa. Nael, mahasiswa Sosiologi FISIP Unhas, mengatakan keberadaan kedai dengan harga terjangkau menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa, terutama mereka yang harus menyesuaikan pengeluaran sehari-hari.

“Akhirnya ada kopi yang enak tapi harganya masih masuk akal buat mahasiswa. Tempatnya juga jadi enak buat nongkrong sambil ngerjain tugas,” kata Nael.

Bagi Jefry, harga yang bersahabat menjadi salah satu bagian dari konsep yang ingin dibangun Halte Koffie. Ia ingin mahasiswa tetap dapat menikmati kopi dan minuman lainnya tanpa harus meninggalkan lingkungan kampus atau mengeluarkan biaya besar.

Di balik gerai kecil tersebut, Jefry melihat peluang untuk mengembangkan hobinya menjadi usaha yang lebih serius. Ia ingin menjaga kualitas rasa dan pelayanan agar Halte Koffie memiliki pelanggan yang datang bukan hanya karena harga, tetapi juga karena pengalaman yang ditawarkan.

“Harapannya Halte Koffie bisa terus berkembang dan membuka cabang di tempat lain. Kita ingin tumbuh bareng mahasiswa,” ujarnya.

Ke depan, Jefry berharap Halte Koffie tidak berhenti di lingkungan FISIP Unhas. Ia menargetkan gerai tersebut dapat dikenal lebih luas di lingkungan Universitas Hasanuddin, dengan tetap mempertahankan konsep awalnya, yakni menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang bersahabat bagi mahasiswa.

Comment