MEDIAWARTA, MAKASSAR – Prime Plaza Hotels & Resorts (PPHR) menargetkan penambahan jaringan menjadi 14 hotel dan resor pada 2027, seiring upaya memperkuat bisnis perhotelan di Indonesia. Perusahaan yang saat ini mengelola 13 properti di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut merencanakan pengembangan hotel baru di Batu, Jawa Timur.
Rencana ekspansi itu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjangkau pasar yang lebih luas, mulai dari wisatawan hingga pelaku perjalanan bisnis dan penyelenggara kegiatan pertemuan perusahaan.
Director of Sales & Marketing Prime Plaza Hotels & Resorts, Heriyanto Widjaja, mengatakan pengembangan jaringan dilakukan dengan mempertimbangkan karakter destinasi serta kebutuhan pasar di setiap wilayah.
“Untuk saat ini, total jaringan kami ada 13 hotel dan resor. Properti tersebut tersebar di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, dengan karakter serta segmen pasar yang berbeda,” ujar Heriyanto saat bertemu sejumlah media di salah satu hotel di Makassar, Rabu (14/10/2026).
Dari total jaringan tersebut, lima properti berada di Pulau Jawa, enam di Bali, dan dua di Nusa Tenggara Barat. Portofolio itu mencakup hotel bisnis, akomodasi keluarga, hingga resor yang menawarkan pengalaman berlibur dengan fasilitas penunjang kegiatan perusahaan.
Salah satu perkembangan terbaru perusahaan adalah pembukaan properti di Lombok pada 8 Mei 2026. Kehadiran hotel tersebut menjadi bagian dari upaya PPHR memperkuat layanan akomodasi di destinasi yang memiliki potensi pariwisata.
Dari sisi klasifikasi, PPHR mengelola dua properti kategori bintang lima, yakni Menjangan Dynasty Resort dan Bali Dynasty Resort. Sementara itu, enam properti kategori bintang empat meliputi Prime Plaza Hotel Purwakarta, Prime Plaza Hotel Sanur, Prime Plaza Suites Sanur, Prime Plaza Hotel Mataram, Amadea Resort & Villas, dan Gili Eco Villas.
Untuk segmen menengah atau midscale, perusahaan mengoperasikan lima properti dengan merek PrimeBiz, yakni PrimeBiz Hotel Cikarang, PrimeBiz Hotel Karawang, PrimeBiz Hotel Tegal, PrimeBiz Hotel Surabaya, dan PrimeBiz Hotel Kuta.
Melalui merek PrimeBiz, perusahaan menyasar konsumen yang membutuhkan akomodasi modern dan efisien, terutama untuk perjalanan bisnis. Segmen ini melengkapi properti lain dalam jaringan PPHR yang lebih berorientasi pada kebutuhan wisata dan rekreasi.
Heriyanto menjelaskan, karakter pasar setiap wilayah turut memengaruhi konsep dan layanan yang ditawarkan. Hotel di Jawa dan sebagian properti di Lombok, misalnya, lebih banyak menyasar pelanggan dari kalangan bisnis. Adapun sejumlah properti di Bali menggabungkan layanan rekreasi dengan fasilitas untuk pertemuan dan kegiatan perusahaan.
“Kalau untuk hotel-hotel di Jawa dan sebagian Lombok, pasarnya lebih banyak dari kalangan bisnis. Sementara itu, beberapa properti di Bali memiliki karakter resor, yang menggabungkan kebutuhan rekreasi dengan fasilitas untuk meeting atau kegiatan perusahaan,” katanya.
Pendekatan tersebut memungkinkan hotel melayani kebutuhan tamu yang berbeda dalam satu kawasan. Selain mengakomodasi perjalanan bisnis, properti dengan fasilitas resor dan ruang pertemuan dapat menjadi pilihan untuk kegiatan perusahaan yang dipadukan dengan rekreasi keluarga.
Untuk pengembangan berikutnya, PPHR membidik Batu, Jawa Timur, sebagai lokasi penambahan properti pada 2027. Jika rencana tersebut terealisasi, jumlah hotel dan resor yang dikelola perusahaan akan meningkat dari 13 menjadi 14 properti.
“Untuk tahun depan, rencana kami menambah satu properti di Batu, Jawa Timur. Dengan penambahan tersebut, jaringan Prime Plaza diharapkan berkembang menjadi 14 hotel dan resor,” ungkap Heriyanto.
Sementara itu, peluang ekspansi ke Makassar belum masuk dalam rencana yang dapat dipastikan perusahaan. Heriyanto menyampaikan bahwa pengembangan jaringan masih mengikuti proyek-proyek yang telah berada dalam perencanaan manajemen.
Di tengah rencana perluasan jaringan, PPHR juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi pelayanan. Perusahaan mengusung filosofi PRIME, singkatan dari People Responsible Individually for Managing Excellence, yang menempatkan tanggung jawab setiap individu sebagai bagian dari upaya mempertahankan kualitas layanan.
Menurut Heriyanto, pengalaman menginap tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh interaksi antara staf dan tamu. Karena itu, konsistensi pelayanan menjadi salah satu aspek yang dijaga untuk membangun kepercayaan pelanggan.
Dengan portofolio 13 hotel dan resor serta rencana pengembangan di Batu pada 2027, PPHR berupaya memperkuat kehadirannya di pasar perhotelan nasional. Perusahaan juga mengembangkan layanan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan bisnis, kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), serta liburan di berbagai destinasi Indonesia.



Comment