MEDIAWARTA,MAKASSAR, — Setelah memburu tanpa lelah selama lebih dari satu tahun, menelusuri jejak yang nyaris tak terlihat, berpacu dengan waktu, serta menghadapi kecerdikan seorang kriminal profesional yang selama ini berkali-kali mengelabui aparat di berbagai wilayah, Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan akhirnya berhasil mengungkap, menangkap, dan melumpuhkan pelaku spesialis pembobol rumah serta brankas emas lintas kabupaten yang selama ini dikenal licin bak bayangan.
Pelaku, pria asal Maros yang beroperasi seorang diri, diduga menjadi aktor utama di balik sedikitnya 20 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, di antaranya Bone, Barru, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, dan sejumlah wilayah lain yang masih dalam pendalaman penyidik.
Total kerugian dari seluruh aksinya diperkirakan mencapai hampir Rp5 miliar, menjadikannya salah satu pelaku pencurian spesialis paling meresahkan yang pernah diburu jajaran kepolisian di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Kasus yang paling menyita perhatian publik adalah dugaan keterlibatannya dalam pembobolan rumah seorang kreator konten atau YouTuber di Kabupaten Bone saat korban sedang melaksanakan Salat Iduladha, dengan kerugian mencapai Rp1,3 miliar berupa emas seberat sekitar 500 gram.
Namun di balik keberhasilan pengungkapan itu, tersimpan perjuangan panjang, senyap, dan sangat melelahkan yang jarang diketahui publik.
Pelaku bukan kriminal biasa.
Ia adalah pemain tunggal berkemampuan tinggi, dengan pola operasi yang sangat disiplin dan terukur. Ia berpindah-pindah tempat, menggunakan perangkat komunikasi yang berganti-ganti untuk memutus jejak digital, memahami pola penyelidikan kepolisian, mempelajari kebiasaan aparat saat melakukan pengejaran, serta sangat piawai membaca momentum.
Ia tidak pernah beraksi secara spontan.
Setiap target dipelajari berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Ia mengamati pola keluar masuk penghuni rumah, memetakan titik buta CCTV, menghitung jeda respons lingkungan sekitar, lalu menunggu waktu paling ideal untuk mengeksekusi.
Yang paling membuat publik geram, pelaku kerap memanfaatkan momen-momen sakral ketika masyarakat tengah khusyuk beribadah — mulai dari Salat Iduladha, ibadah Natal, hingga waktu salat berjamaah — untuk memastikan rumah target dalam keadaan kosong.
Ia bergerak cepat, sunyi, nyaris tanpa jejak, lalu menghilang sebelum aparat sempat menyusun pola pengejaran.
Selama lebih dari setahun, jejaknya berkali-kali muncul lalu lenyap.
Beberapa kali petugas nyaris menangkapnya, namun ia selalu berhasil lolos dengan memanfaatkan medan, waktu, serta kemampuan membaca situasi.Tekanan psikologis yang dihadapi tim sangat besar.
Setiap aksi baru yang dilakukan pelaku bukan hanya menambah daftar korban, tetapi juga menjadi tantangan profesional yang memaksa Tim Resmob bekerja lebih teliti, lebih sabar, dan lebih cermat.Meski demikian, Tim Resmob Polda Sulsel tidak pernah berhenti.
Melalui kombinasi analisis rekaman CCTV lintas wilayah, pemetaan pola mobilitas, profiling mendalam, surveillance tertutup, dan pengumpulan informasi secara presisi, tim perlahan menyusun puzzle besar yang akhirnya mengerucut pada identitas dan persembunyian pelaku.
Puncaknya, saat hendak diamankan, pelaku diketahui telah membekali diri dengan berbagai peralatan yang selalu disiapkan untuk mendukung pelarian dan melakukan perlawanan terhadap petugas.
Berdasarkan hasil pemantauan, pelaku secara konsisten membawa perlengkapan yang memungkinkan dirinya melakukan tindakan agresif dan membahayakan keselamatan personel saat penangkapan.
Dalam situasi yang berkembang cepat di lapangan, ketika pelaku melakukan tindakan yang dinilai nyata mengancam keselamatan petugas dan berpotensi meloloskan diri untuk kembali melakukan kejahatan, aparat mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur operasional standar kepolisian.
Langkah pelumpuhan dilakukan semata-mata sebagai pilihan profesional yang sah, rasional, dan proporsional untuk melindungi keselamatan personel, mencegah ancaman langsung, menghentikan potensi pelarian,dan memastikan proses hukum dapat berjalan.
Keputusan itu diambil setelah seluruh tahapan persuasif, peringatan, dan upaya penangkapan terkendali dilakukan.
Publik patut memahami bahwa menghadapi kriminal profesional dengan mobilitas tinggi, kecerdikan ekstrem, kesiapan melakukan perlawanan, dan rekam jejak kerugian miliaran rupiah membutuhkan ketegasan yang terukur.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata ketekunan, ketelitian, kecermatan, serta profesionalisme tinggi Tim Resmob Polda Sulsel.
Ini bukan sekadar pengungkapan kasus.
Ini adalah akhir dari pelarian panjang seorang predator brankas yang selama ini menebar keresahan lintas kabupaten.
Ini adalah jawaban atas doa para korban.
Ini adalah bukti bahwa secerdik apa pun pelaku menyusun strategi, kesabaran, kecermatan, dan dedikasi aparat penegak hukum pada akhirnya akan menutup seluruh ruang geraknya.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas komitmen Polda Sulsel bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan profesional di Sulawesi Selatan.
Masyarakat pun diharapkan semakin percaya bahwa kerja-kerja senyap aparat, meski tidak selalu terlihat, terus berjalan tanpa henti demi menghadirkan rasa aman dan keadilan.

Comment