J&T Express dan Kementerian UMKM Dorong UMKM Sulsel Naik Kelas Lewat Jawara Lokal

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR — PT Global Jet Express (J&T Express) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia meluncurkan program Jawara Lokal di Sulawesi Selatan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM daerah agar mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Sulawesi Selatan dipilih sebagai daerah pertama dalam rangkaian program Jawara Lokal yang akan menyasar lima wilayah di Indonesia. Peluncuran dan penyerahan dukungan kepada UMKM terpilih berlangsung di Makassar, Selasa (11/8/2026).

Program tersebut menyasar pelaku UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang, tetapi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam distribusi, pemasaran, pengemasan, legalitas, serta akses ke pasar yang lebih luas.

Melalui proses kurasi yang melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM, serta J&T Express, sebanyak lima UMKM ditetapkan sebagai Jawara Lokal dari sekitar 200 kandidat.

Setiap UMKM terpilih mendapatkan dukungan pengembangan usaha sebesar Rp15 juta, potongan biaya pengiriman hingga 30 persen selama satu tahun, akses layanan VIP J&T Express, konsultasi terkait kemasan, serta dukungan promosi melalui aplikasi J&T Express dan media massa.

Manager Public Affairs J&T Express, Adriansyah Halim, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari perayaan 11 tahun perjalanan J&T Express di Indonesia. Menurutnya, UMKM telah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis perusahaan sejak awal beroperasi.

“Banyak pengusaha menggantungkan pendistribusian produknya pada jaringan kami. Lewat Jawara Lokal, kami tidak lagi hanya memberi layanan pengiriman standar, tetapi juga memberikan pendampingan operasional, akses VIP, serta membuka pintu pasar nasional yang lebih luas,” ujar Adriansyah.

Ia menjelaskan, perhatian J&T Express terhadap UMKM telah dibangun melalui sejumlah program sejak 2023. Jawara Lokal kemudian dikembangkan sebagai bentuk pendampingan yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pelaku usaha di tengah perubahan pola perdagangan yang semakin mengarah ke digital.

Menurut Adriansyah, keberadaan produk UMKM di berbagai daerah sebenarnya memiliki potensi besar. Namun, tantangan distribusi dan keterbatasan akses pemasaran masih menjadi persoalan yang perlu dijawab bersama.

Kolaborasi untuk Perluas Pasar UMKM

Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Ari Anindya Hartika, mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong UMKM naik kelas.

Ia menyebut banyak produk UMKM daerah memiliki keunikan dan kualitas, tetapi masih menghadapi persoalan daya saing, termasuk keterbatasan distribusi dan efisiensi pengiriman.

“Kolaborasi antara pemerintah dan J&T Express ini menghadirkan jawaban nyata atas tantangan tersebut. Kami berharap model pendampingan seperti ini bisa mereplikasi keberhasilan usaha daerah ke tingkat nasional,” katanya.

Kementerian UMKM juga mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mengandalkan penjualan secara offline. Digitalisasi, menurutnya, menjadi salah satu pintu penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.

Program pemerintah mencakup pendampingan onboarding ke platform perdagangan elektronik, pembuatan situs atau landing page, penguatan legalitas, hingga business matching dengan calon pembeli.

Kementerian UMKM juga memiliki program SPP-G Ramah UMKM untuk mendorong pelaku usaha masuk dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sulsel Punya Lebih dari 1 Juta UMKM

Kepala Dinas Koperasi dan
UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Presetia, S.Sos., MM., menyebut jumlah UMKM di Sulsel berdasarkan data yang digunakan pemerintah saat ini mencapai sekitar 1,087 juta unit usaha.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 90 persen merupakan usaha mikro. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha memiliki legalitas, terutama Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai salah satu dasar untuk memperoleh intervensi program pemerintah.

“Bukan hanya usaha UMKM saja yang di Sulawesi Selatan, tetapi tugas kami memastikan bagaimana wirausaha mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” ujarnya.

Pemprov Sulsel juga mengoptimalkan PLUT sebagai pusat pendampingan UMKM. Sejumlah konsultan disiapkan untuk membantu pelaku usaha berdasarkan bidang keahliannya, termasuk dalam pengurusan legalitas dan pengembangan bisnis.

Selain NIB, pemerintah daerah turut memfasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual serta sertifikasi halal. Tahun ini, Sulsel mendapat alokasi 150 sertifikasi halal reguler dan sekitar 5.000 kuota sertifikasi halal Self Declare bagi UMKM.

“Dengan adanya J&T, kami tentu berterima kasih. Kami berharap yang menjadi Jawara ini tidak hanya masuk pasar domestik, tetapi ke depan bisa mendapatkan akses ekspor,” katanya.

Lima UMKM Dapat Dukungan Khusus

Seleksi Jawara Lokal dilakukan melalui sejumlah tahapan. Dari sekitar 200 kandidat, peserta disaring berdasarkan administrasi, legalitas, kualitas produk, rencana pengembangan usaha, hingga potensi bisnis.

Untuk sektor kuliner, produk yang diajukan antara lain harus memiliki daya tahan minimal tujuh hari serta memenuhi persyaratan legalitas seperti PIRT dan sertifikasi halal. Sementara kategori kosmetik atau produk herbal membutuhkan izin edar BPOM.

Tahap berikutnya berupa wawancara mendalam untuk menilai model bisnis, keunikan produk, rencana pengembangan enam hingga 12 bulan ke depan, kemampuan membangun cerita produk, serta potensi kebutuhan pengiriman.

Lima UMKM yang terpilih kemudian mendapatkan plakat apresiasi dan paket dukungan yang mencakup modal pengembangan, fasilitas logistik, pendampingan, serta promosi.

Bagi pemerintah daerah, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. UMKM yang telah terpilih didorong memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kemasan, memperkuat pemasaran, dan memperluas jaringan distribusi.

Program Jawara Lokal selanjutnya akan berlanjut ke empat wilayah lain di Indonesia. J&T Express dan Kementerian UMKM menargetkan model kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu cara mempertemukan potensi produk lokal dengan kebutuhan pasar yang lebih luas.

Dengan posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat ekonomi dan distribusi di kawasan Indonesia Timur, program tersebut diharapkan dapat memberi ruang lebih besar bagi produk lokal untuk keluar dari pasar daerah dan bersaing di tingkat nasional.

Comment