Korban Terseret Arus Sungai Rongkong di Luwu Utara Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

MEDIAWARTA, LUWU UTARA – Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Firman (24), warga yang terseret arus Sungai Rongkong di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (16/6/2026) sore.

Penemuan korban sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar bersama sejumlah unsur SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WITA setelah tim melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai.

“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan mengapung sekitar delapan kilometer dari lokasi kejadian awal, kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Arif Anwar.

Korban Terseret Saat Menyeberangi Sungai

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, Firman berusaha menyeberangi Sungai Baebunta ketika kondisi debit air sedang tinggi akibat derasnya arus sungai.

Namun nahas, korban kehilangan keseimbangan dan terseret arus hingga terbawa ke aliran Sungai Rongkong. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat penyelamatan tidak dapat dilakukan.

Laporan resmi mengenai kejadian tersebut diterima Basarnas Makassar dari Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Andi Hamsa, pada Senin (15/6/2026) pukul 10.10 WITA.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Makassar langsung mengerahkan satu tim rescue dari Pos Unit Siaga SAR Masamba menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian.

Penyisiran Dilakukan Hingga Belasan Kilometer

Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan membagi area pencarian ke beberapa sektor. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dengan menjangkau wilayah hulu sungai sejauh tiga kilometer dan wilayah hilir hingga delapan kilometer dari titik korban dilaporkan hilang.

Selain pencarian melalui jalur air, tim juga melakukan penyisiran darat sepanjang lima kilometer di bantaran sungai guna memperluas cakupan pencarian.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan pada hari kedua operasi SAR.

Basarnas Sampaikan Duka Mendalam

Kepala Basarnas Makassar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Ia juga mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian.

“Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah ini. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras dan bersinergi dengan sangat baik di lapangan sehingga korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi,” katanya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Kolaborasi SAR Gabungan Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan operasi pencarian ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang tergabung dalam tim SAR gabungan. Unsur yang terlibat antara lain Basarnas, BPBD Luwu Utara, TNI AD, Brimob, Dinas Sosial, MEPUSA, Pemadam Kebakaran Luwu Utara, Wahana Muda Indonesia (WMI), aparat desa, serta masyarakat setempat.

Kerja sama lintas instansi tersebut memungkinkan proses pencarian berlangsung efektif meski menghadapi tantangan berupa arus sungai yang deras dan medan yang cukup berat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi debit air tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Comment