MEDIAWARTA, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 1 mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang lima bulan pertama 2026. Hingga Mei, anak usaha Pelindo itu berhasil membukukan laba bersih sebesar 171 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), meski pendapatan usaha belum sepenuhnya mencapai sasaran.
Capaian tersebut ditopang strategi efisiensi biaya yang agresif serta optimalisasi kinerja di sejumlah unit operasional strategis. Sampai akhir Mei 2026, pendapatan usaha PJM Wilayah 1 tercatat berada di level 97 persen dari target RKAP. Namun, pengelolaan beban usaha yang disiplin mampu menjaga profitabilitas perusahaan tetap melampaui target yang ditetapkan.
Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick, mengatakan manajemen secara berkala mengevaluasi setiap pos pengeluaran agar belanja perusahaan benar-benar memberi dampak langsung terhadap produktivitas operasional. “Kami melakukan evaluasi berkala terhadap setiap pos pengeluaran. Kunci utamanya adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berkontribusi langsung pada produktivitas operasional. Hasilnya, meskipun ada dinamika pada pendapatan, profitabilitas perusahaan tetap terjaga di atas target,” ujar Patrick dalam keterangan resminya, Kamis (20/6/2026).
Belum tercapainya target pendapatan secara penuh dipengaruhi penurunan volume kunjungan kapal di sejumlah pelabuhan utama, seperti Belawan, Dumai, dan Dermaga TUKS Tanjung Buton. Meski demikian, sejumlah unit operasional justru tampil sebagai penopang pertumbuhan. Layanan pemanduan dan penundaan di Sungai Siak Pekanbaru, Kuala Tanjung, Bintan, dan Karimun tercatat melampaui target, didorong peningkatan arus kapal kontainer dan kunjungan kapal berbobot besar atau mega ship.
Di sisi lain, realisasi beban usaha PJM Wilayah 1 hingga Mei 2026 hanya mencapai 90 persen dari pagu anggaran. Efisiensi tersebut dilakukan melalui penundaan sejumlah program pengadaan dan pemeliharaan aset yang belum mendesak, serta optimalisasi biaya operasional di lapangan tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan. Kebijakan itu turut mengangkat capaian EBITDA perusahaan dan memperlihatkan ketangguhan operasional PJM Wilayah 1 di tengah fluktuasi bisnis maritim domestik.
Menatap sisa tahun 2026, manajemen PJM Wilayah 1 menegaskan akan terus menjaga momentum kinerja dengan fokus pada tiga strategi utama. Ketiganya meliputi percepatan layanan pemanduan di titik-titik potensial, penguatan kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan termasuk membuka ruang kerja sama baru, serta menjaga konsistensi efisiensi biaya agar target akhir tahun dapat tercapai secara berkelanjutan.

Comment