MEDIAWARTA,– Dalam rangka meningkatkan kapasitas UMKM pangan olahan agar mampu menerapkan standar keamanan pangan serta memenuhi ketentuan regulasi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Coaching Clinic Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) pada tanggal 5 – 7 Mei 2026. Bertempat di Aula Baji Minasa BBPOM di Makassar, kegiatan diikuti oleh 20 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) pangan olahan serta mahasiswa fasilitator pendamping UMK
Dalam sambutannya Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan menyampaikan bahwa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan UMKM memiliki peran penting dan strategis, mencakup sekitar 99,99% dari total unit usaha (lebih dari 64-66 juta unit). UMKM berkontribusi lebih dari 61% terhadap PDB nasional (sekitar Rp9.580 triliun) dan menyerap hingga 97% tenaga kerja pada 2023-2024. Salaim satu sektor yang digeluti UMKM adalah pangan olahan. “Saat kita berbicara masalah industri pangan, maka bukan hanya terkait ekonomi, namun kita juga dihadapkan pada aspek penting terkait kesehatan, ketahanan nasional dan daya saing ” ujarnya
Pangan merupakan salah satu hak asasi dasar yang dijamin pemenuhannya oleh UUD 1945, bukan sekedar tersedia dan kenyang, namun harus dipastikan aman, bermutu dan bergizi. “Tentunya untuk mewujudkan hal tersesebut Badan POM tidak bs bekerja sendiri (single player), BPOM bukan Supermen kita butuh Super Tim, dan kita semua bagian dalam tim tersebut” lanjut Yosef
“Terima kasih dan apreasiasi kepada PT Garudafood dan PT Mars Symbioscience Indonesia yang telah berperan sebagai Orang Tua Angkat (OTA) dan memberikan dukungan pembiayaan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi ini merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membina UMKM agar lebih maju dan berdaya saing” ungkap Yosef
Penerapan CPPOB menjadi hal yang sangat penting dan tidak dapat ditawar, bukan hanya sekadar persyaratan administratif, tetapi merupakan fondasi utama dalam menjamin bahwa produk pangan yang dihasilkan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi oleh masyarakat. Implementasi CPPOB juga menjadi langkah strategis dalam mendorong UMKM naik kelas dan mampu menembus pasar yang lebih luas bahkan ekspor (Go Global)
“Jangan ragu mengurus izin edar BPOM, sejatinya Mudah, Terjangkau dan Terukur, pasti kami damping sampai terbit izin edar dan paling penting komitmen bapak ibu. No Calo No Gratifikasi” ungkap Yosef.
“Pastikan setelah mendapatkan izin edar, bapak ibu senantiasa istiqomah dan konsisten dalam menjaga mutu dan keamanan produknya, jangan justru menurun, karena kami akan tetap mengawal sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat” lanjutnya
“Jika ditemuakan ketidaksesuaian yang dapat beresiko pada kesehatan kami dapat memberikan sanksi administratif, namun kami tetap mengedapankan aspek pembinaan” tegas Yose
Kegiatan ini dirancang melalui pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya sekedar bimtek, namun dilakukan coaching clinic yang bersifat lebih intensif dan aplikatif, termasuk desk berkolaborasi dengan DPMPTSP, Kantor Pelayanan Pajak, BPJPH dan Perbankan untuk dukungan percepatan perizinan dan akses permodalan.
Kegiatan juga melibatkan akademisi dari Universitas Hasanuddin, sebagai implementasi program ABG (Academia – Businnes – Government) yang diinisiasi Kepala BPOM Bapak Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan dunia akademik dengan dunia usaha, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada penelitian, tetapi berlanjut hingga tahap komersialisasi yang memberikan kebermanfaatn bagi masyarakat
Narasumber kegiatan dari BBPOM di Makassar serta praktisi dari PT Mars Symbioscience Indonesia dan PT Garudafood. Peserta memperoleh berbagai materi teknis terkait penerapan CPPOB, sistem jaminan keamanan pangan, sanitasi dan higiene, pengendalian proses produksi, dokumentasi, hingga praktik penyusunan pemenuhan persyaratan sertifikasi. Materi dari praktisi eksternal memberikan gambaran nyata kepada peserta tentang pentingnya konsistensi penerapan CPPOB dalam mendukung kualitas produk, keberlanjutan serta pengembangan usaha kedepannya. Sementara Bank Mandiri yang juga hadir sebagai narasumber memberikan penjelasan tentang skema pembiayaan, persyaratan pengajuan, serta dukungan permodalan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Sebagai hasil nyata dari kegiatan ini, berhasil diterbitkan 20 akun e-Sertifikasi, 4 Sertifikat CPPOB, dan 1 izin edar pangan olahan kategori risiko menengah rendah. Melalui kegiatan ini, BBPOM di Makassar berharap tercipta penguatan ekosistem pembinaan UMKM pangan olahan yang terpadu dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8% sebagaimana ditargetkan Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Comment