Antrean BBM di SPBU Makassar Dipicu Lonjakan Permintaan, Pertamina Pastikan Stok Aman

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite dan Biosolar, dalam kondisi aman. Antrean yang terjadi disebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat, bukan karena kekurangan stok.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan, stok BBM subsidi di Sulawesi Selatan masih mencukupi dan distribusi terus dioptimalkan agar penyaluran berjalan tepat waktu.

“Permintaan masyarakat terhadap Pertalite maupun Biosolar memang cukup tinggi. Namun dari sisi pasokan, stok BBM di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman. Kami terus melakukan optimalisasi distribusi agar penyaluran tepat waktu dan antrean di SPBU dapat segera berkurang,” ujar Lilik dalam konferensi pers bersama awak media di Makassar, Rabu (22/7/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU 74.902.22 di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Pintu 1 Universitas Hasanuddin, serta SPBU 74.902.36 di Jalan Gunung Bawakaraeng, dekat Pasar Terong. Bahkan, antrean sempat meluas hingga ke bahu jalan dan menyebabkan kepadatan arus lalu lintas.

Menurut Pertamina, lonjakan permintaan tidak hanya berasal dari kendaraan pribadi, tetapi juga angkutan logistik, kendaraan distribusi barang, hingga bus penumpang yang melintasi jalur poros Sulawesi Selatan. Kondisi geografis dan tingginya mobilitas kendaraan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

Sales Branch Manager Sulselbar V Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fandy Achmad Sitaba, mengatakan pihaknya terus melakukan penyesuaian distribusi agar pasokan tetap tersedia di seluruh SPBU.

“Tingginya permintaan berasal dari kendaraan pribadi maupun angkutan logistik yang melintasi jalur poros Sulawesi. Ini menjadi tantangan bagi Pertamina untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus meningkatkan kecepatan pelayanan di SPBU,” jelas Fandy.

Hingga Semester I 2026, realisasi penyaluran BBM subsidi di Sulawesi Selatan masih berada dalam batas normal. Penyaluran Biosolar telah mencapai sekitar 54 persen dari kuota tahunan, sedangkan Pertalite sekitar 49 persen. Tahun ini Sulawesi Selatan memperoleh kuota Pertalite sebesar 1.136.082 kiloliter (KL) dan Biosolar 744.937 KL, yang penyalurannya terus dievaluasi bersama BPH Migas setiap tiga bulan.

Untuk mengurangi antrean di SPBU, Pertamina telah menjalankan sejumlah langkah strategis. Mulai dari meningkatkan monitoring stok di seluruh SPBU, mempercepat pengisian ulang bagi SPBU dengan persediaan menipis, menambah frekuensi distribusi dari Fuel Terminal Makassar, hingga menurunkan petugas marshal untuk mengatur antrean kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Selain itu, Pertamina juga memajukan jam operasional pengiriman dari depot, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPH Migas, serta aparat penegak hukum guna memastikan distribusi energi berlangsung aman, lancar, dan tepat sasaran.

Menanggapi isu penyalahgunaan BBM subsidi, Pertamina menegaskan posisinya sebagai penyalur yang tetap proaktif berkoordinasi dengan BPH Migas dan aparat penegak hukum. Pengawasan dilakukan melalui sistem barcode, surat rekomendasi bagi sektor tertentu seperti nelayan dan petani, hingga pemantauan CCTV SPBU untuk mendeteksi kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang atau pelangsiran.

Dalam kesempatan yang sama, Pertamina juga meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai pembelian BBM yang dikaitkan dengan status pembayaran pajak kendaraan. Lilik memastikan informasi tersebut tidak benar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pertamina berkomitmen menjaga transparansi layanan dan berharap media dapat terus membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” tegasnya.

Pertamina pun mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Perusahaan memastikan distribusi BBM dan LPG di Sulawesi akan terus dioptimalkan demi menjaga kelancaran pasokan energi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Comment