PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel dan Pemberdayaan Masyarakat

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus.

MEDIAWARTA, SOROWAKO PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya membangun industri pertambangan yang tangguh sekaligus bertanggung jawab melalui percepatan proyek hilirisasi nikel dan penguatan program pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Upskilling & Site Visit Media 2026 bertema Tangguh dan Bertanggung Jawab: Bertumbuh dengan Integritas, Memimpin dengan Tanggung Jawab yang digelar di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada 26–28 Juli 2026.

Sebanyak 40 jurnalis dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara mengikuti kegiatan yang juga menjadi rangkaian peringatan HUT ke-58 PT Vale.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan kegiatan upskilling yang memasuki tahun ketiga ini menjadi wadah memperkuat keterbukaan informasi dan kemitraan dengan media. Menurutnya, transformasi perusahaan sejak era INCO hingga menjadi PT Vale Indonesia selalu mengedepankan transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang berbagi informasi, tetapi juga mempererat silaturahmi. Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka sehingga setiap pihak dapat menjalankan perannya secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Yusri.

Selain memaparkan strategi keberlanjutan perusahaan, PT Vale juga menjelaskan perkembangan Sorowako Limonite Project, salah satu proyek strategis yang mendukung agenda hilirisasi mineral nasional.

Senior Manager Construction IGP Sorowako Limonite Ore PT Vale Indonesia, Ridwan Banda, mengatakan proyek tersebut mencakup pembangunan fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) di Sorowako dan High Pressure Acid Leach (HPAL) di Lampia dengan kapasitas produksi sekitar 60 ribu ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Hingga saat ini, progres pembangunan area pertambangan telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada 2027.

Di sisi lain, PT Vale terus memperkuat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, penghidupan berkelanjutan, serta penguatan resiliensi sosial dan lingkungan. Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay, menjelaskan program tersebut dijalankan berdasarkan prinsip tata kelola yang mengacu pada standar internasional seperti ESG, ISO 26000, GRI, SDGs, dan ICMM. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari beasiswa pendidikan bagi lebih dari 1.000 penerima, pelatihan vokasi, pengembangan 29 kelompok tani organik, pendampingan sekitar 130 UMKM, hingga pembinaan peternakan dan layanan kesehatan masyarakat.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui program konservasi berbasis masyarakat. PT Vale saat ini mendampingi 27 bank sampah di tiga kecamatan, melibatkan ratusan warga dalam kegiatan konservasi, mengembangkan sekitar 3.200 fragmen terumbu karang, menanam lebih dari 23.000 pohon di luar wilayah konsesi, serta mengembangkan agrowisata nanas dan rehabilitasi kawasan mangrove. Menurut Ridwan, sinergi antara pengembangan industri hilirisasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi penting agar aktivitas pertambangan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Comment