MEDIAWARTA, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran dengan memperluas akses pekerjaan, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sekaligus mendorong masyarakat menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Makassar Job Fair 2026 yang menyediakan 1.547 lowongan kerja dari berbagai sektor. Kegiatan yang digelar di Phinisi Point Mall Makassar, Rabu-Kamis (19-20/8/2026), menjadi ruang pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah kota. Menurutnya, penanganan pengangguran tidak cukup hanya dengan membuka lowongan, tetapi juga harus dibarengi peningkatan keterampilan serta perluasan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.
“Angka pengangguran kita saat ini sudah berada di kisaran sembilan persen, turun signifikan dibanding tahun lalu yang masih berada di angka dua digit. Penyelenggaraan bursa kerja dan peningkatan keterampilan ini kita harapkan menjadi solusi konkret untuk menuntaskan persoalan ketenagakerjaan secara berkelanjutan,” ujar Munafri.
Ia menegaskan, penurunan pengangguran membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat. Karena itu, Pemkot Makassar tidak hanya mendorong penyerapan tenaga kerja melalui perusahaan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha.
Menurut Munafri, penguatan usaha mikro menjadi salah satu strategi yang dapat menciptakan lapangan kerja dari tingkat paling bawah. Pemerintah kota menyiapkan intervensi mulai dari bantuan modal, pelatihan manajemen hingga fasilitasi alat kerja bagi pelaku usaha skala rumah tangga.
Ia mencontohkan bantuan peralatan seperti mesin cuci bagi pelaku usaha jasa penatu atau laundry. Dukungan tersebut dinilai dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru.
“Jika sebelumnya penyedia jasa penatu tradisional hanya mampu mencuci 10 pakaian per hari, penyediaan mesin cuci akan melipatgandakan kapasitas kerja mereka. Efek dominonya, pemilik usaha tidak hanya mempekerjakan dirinya sendiri, tetapi juga membutuhkan minimal satu asisten tambahan. Dari satu titik usaha saja, dua tenaga kerja langsung terserap,” jelasnya.
Munafri juga menekankan pentingnya memastikan pasar kerja di Makassar dapat diakses seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, kelompok tersebut harus memperoleh kesempatan yang sama sepanjang memenuhi kompetensi dan persyaratan pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan.
Komitmen tersebut turut terlihat dalam pelaksanaan Makassar Job Fair 2026 yang mengusung tema “Inklusif, Kompeten, dan Transparan”. Bursa kerja ini dapat diikuti secara gratis dan menggandeng MR Green Production sebagai penyelenggara.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat 244 posisi atau jabatan dengan kebutuhan 1.547 tenaga kerja. Lowongan berasal dari berbagai sektor, antara lain perdagangan, ritel, perbankan dan jasa keuangan, manufaktur, logistik, perhotelan, makanan dan minuman hingga layanan digital.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Ibrahim, mengatakan Makassar Job Fair dirancang agar pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan sekaligus berinteraksi langsung dengan perusahaan pemberi kerja.
“Mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan pemberi kerja secara langsung dengan tujuan menurunkan angka pengangguran di Kota Makassar,” ujarnya.
Kesempatan tersebut terbuka bagi pencari kerja dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman, mulai lulusan SMA/SMK, diploma, sarjana hingga tenaga kerja berpengalaman.
Ibrahim menegaskan proses perekrutan dilakukan berdasarkan kompetensi sehingga setiap pencari kerja memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti tahapan seleksi perusahaan.
“Proses perekrutan dilakukan secara transparan dan murni berdasarkan kompetensi, tanpa ada unsur titipan atau KKN, sehingga memberikan kesempatan yang adil atau fair bagi seluruh pencari kerja,” jelasnya.
Selain membuka akses kerja bagi pencari kerja umum, Disnaker Makassar juga mendorong perusahaan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas. Lowongan dapat diikuti sesuai posisi dan kualifikasi yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif. Terlebih, Disnaker Makassar sebelumnya juga menjalankan program peningkatan keterampilan bagi penyandang disabilitas sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Makassar Job Fair 2026 tidak hanya berisi proses rekrutmen. Disnaker Makassar turut menghadirkan seminar dan talk show pengembangan diri untuk membantu pencari kerja menghadapi proses seleksi maupun perubahan kebutuhan industri.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan curriculum vitae (CV), persiapan wawancara, pengembangan diri hingga pemahaman terhadap tren kebutuhan tenaga kerja. Pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), juga menjadi bagian dari materi yang diberikan kepada peserta.
Di sisi lain, Pemkot Makassar terus memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan. Melalui APBD, pemerintah kota telah memberikan jaminan keselamatan kerja dan kematian kepada lebih dari 81 ribu pekerja rentan serta jaminan hari tua bagi sekitar 41 ribu warga.
Munafri berharap berbagai program tersebut dapat berjalan beriringan sehingga penanganan pengangguran tidak hanya menghasilkan penurunan angka secara statistik, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja dan kemampuan masyarakat membangun sumber pendapatan baru.
“Dengan memperluas akses kerja, meningkatkan kompetensi dan memperkuat usaha mikro, kita ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki peluang untuk menciptakan pekerjaan,” ujarnya.
Melalui Makassar Job Fair 2026, program peningkatan kompetensi, serta pemberdayaan usaha mikro, Pemkot Makassar menargetkan pasar kerja semakin terbuka dan kompetitif. Pada saat yang sama, pemerintah ingin memastikan kesempatan kerja dapat diakses secara lebih transparan dan inklusif oleh masyarakat.

Comment