603 Wisudawan Poltekpar Makassar Diminta Perkuat Pariwisata Berkelanjutan

MEDIAWARTA, MAKASSAR Sebanyak 603 wisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar resmi dikukuhkan setelah menyelesaikan pendidikan pada delapan program studi jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan (Diploma IV), Sabtu (19/9/2026).

Prosesi Wisuda Poltekpar Makassar 2026 mengusung tema “Sailing Beyond Boundaries, Shaping the Future through Sustainable Tourism”. Menteri Pariwisata yang diwakili Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa turut hadir dalam momentum tersebut.

Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja, mengatakan tema wisuda menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang mampu mengikuti perubahan industri pariwisata, sekaligus memahami pentingnya keberlanjutan.

“Kami berkomitmen dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, yang tidak hanya tangguh dan adaptif melampaui batas-batas tantangan global, namun juga memegang teguh prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan teknologi cerdas, serta pelestarian kearifan lokal,” ujar Herry.

Sebanyak 603 lulusan tersebut berasal dari berbagai bidang keahlian. Rinciannya, Divisi Kamar 39 orang, Tata Hidang 52 orang, Seni Kuliner 57 orang, Perjalanan Wisata 40 orang, Pengelolaan Konvensi dan Acara 87 orang, Usaha Perjalanan Wisata 105 orang, Pengelolaan Perhotelan 121 orang, serta Destinasi Pariwisata 95 orang.

Herry juga memberikan apresiasi kepada para lulusan yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada masing-masing program studi. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari ketekunan, disiplin, dan komitmen selama menjalani pendidikan di Poltekpar Makassar.

Ia berharap prestasi para lulusan tidak berhenti sebagai kebanggaan pribadi maupun keluarga. Para alumni juga diharapkan mampu membawa nilai integritas dan memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata Indonesia ketika memasuki dunia profesional.

Sementara itu, Ni Luh Puspa meminta para lulusan terus mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, kelulusan bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengamalkan pengetahuan dan keterampilan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ni Luh Puspa juga mengajak para wisudawan memberikan apresiasi kepada orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka. Ia menilai dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam proses yang mengantarkan para mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.

“Pariwisata berkelanjutan sedang menjadi keharusan untuk kita semuanya,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia menjelaskan, tema Sailing Beyond Boundaries menggambarkan keberanian generasi muda memperluas wawasan, menghadapi keterbatasan, dan membuka peluang baru di tingkat nasional maupun global. Sementara Shaping the Future through Sustainable Tourism menjadi dorongan bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun pariwisata berkelanjutan.

Menurut Ni Luh Puspa, keberagaman kompetensi yang dimiliki lulusan Poltekpar Makassar menjadi modal untuk menjawab kebutuhan industri. Bidang perjalanan wisata, usaha perjalanan wisata, destinasi pariwisata, MICE, divisi kamar, tata hidang, seni kuliner, hingga pengelolaan perhotelan memiliki peran masing-masing dalam ekosistem pariwisata.

Poltekpar Makassar juga mencatat capaian dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 dengan masuk kelompok peringkat 1.001–1.500 dunia. Capaian tersebut disebut menjadi salah satu indikator komitmen institusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

Ni Luh Puspa mengatakan sektor pariwisata Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari jumlah perjalanan dan kunjungan. Pengembangan pariwisata juga perlu memperhatikan kualitas pengalaman wisatawan, kelestarian alam, keberlanjutan budaya, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, Ni Luh Puspa meminta para lulusan membawa prinsip keberlanjutan dalam pekerjaan dan keputusan yang mereka ambil ketika memasuki dunia profesional.

“Teruslah belajar dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan. Bersikap adaptif juga artinya bersedia mengevaluasi cara kita berpikir dan bertindak,” katanya.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Ni Luh Puspa menegaskan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM pariwisata. Menurutnya, potensi alam, budaya, dan produk wisata Indonesia membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi agar dapat dikelola secara optimal.

Ia menyebut Poltekpar Makassar memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pendidikan pariwisata bagi kawasan Indonesia Timur. Lulusan yang dihasilkan diharapkan dapat mengisi kebutuhan tenaga profesional sekaligus ikut mengembangkan potensi pariwisata di berbagai daerah.

Terkait tantangan biaya perjalanan dan harga tiket, Ni Luh Puspa mengatakan Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pelaku industri. Dukungan pemerintah juga diberikan pada periode tertentu, seperti libur Lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun.

  • Di sisi lain, industri pariwisata didorong menghadirkan paket perjalanan yang lebih kompetitif melalui konsep bundling. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga akses masyarakat terhadap perjalanan wisata sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dalam negeri.

Comment