Potret Warga Makassar Rela Antre Berjam-jam demi BBM hingga Dini Hari

ANTREAN BBM MALAM HARI. Deretan pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU jalan Sultan Hasanuddin, Makassar , Sabtu (12/9/2026) dinihari. Kebutuhan mobilitas harian membuat pemandangan antrean kendaraan roda dua di SPBU tetap ramai meski jarum jam telah larut. Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR — Antrean panjang kendaraan bermotor kembali memadati sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

MENAHAN LELAH: Seorang pengendara sepeda motor tertidur di atas motor nya karena kelelahan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Talasapang, Makassar, Sabtu, (12/9/2026) dini hari. Demi mendapatkan giliran mengisi BBM, puluhan pengendara roda dua dan roda empat rela menunggu berjam-jam hingga larut malam membelah antrean yang mengular ke badan jalan. Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

Pemandangan barisan kendaraan yang mengular hingga memakan sebagian badan jalan terlihat mencolok di beberapa titik strategis, salah satunya di SPBU Jalan A.P. Pettarani, SPBU Hasanuddin dan SPBU Talasalapang.

Warga, pengemudi ojek daring, hingga pekerja harian rela menembus hawa dingin malam dan menunggu giliran berjam-jam demi memastikan tangki bahan bakar kendaraan mereka terisi penuh untuk menyambung aktivitas esok hari.

MENEMBUS DINI HARI: Ratusan pengendara sepeda motor memadati area pengisian bahan bakar di SPBU Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026) dini hari. Kepadatan yang didominasi oleh pengendara roda dua tersebut membuat antrean mengular panjang hingga keluar area SPBU demi mendapatkan giliran pengisian bahan bakar. Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

Lautan kendaraan roda dua tampak menyemut rapat di bawah terang lampu kanopi dispenser SPBU Pettarani sejak tengah malam hingga menjelang subuh. Dominasi pengendara motor yang mengantre tertib demi mendapatkan jenis bahan bakar bersubsidi maupun nonsubsidi memperlihatkan betapa tingginya ketergantungan mobilitas harian masyarakat terhadap suplai BBM.

Kilatan lampu rem kendaraan yang berderet di sepanjang ruas jalan protokol menjadi saksi bisu ritme kota yang enggan tidur lantaran tersandera antrean logistik energi.

Di balik padatnya antrean fisik kendaraan, guratan lelah tak dapat disembunyikan dari raut wajah para pengendara. Seorang pemotor bahkan terlihat menelungkupkan kepalanya di atas helm dan setang kemudi, mencuri waktu tidur sejenak di sela bising deru mesin dan kepulan asap knalpot. Menunggu lebih dari dua hingga tiga jam di atas sadel motor bukan perkara mudah, terutama bagi para pekerja lapangan yang baru saja menyelesaikan giliran kerja malam dan masih harus bersabar memajukan motornya jengkal demi jengkal.

TEMAN BARU DI ANTREAN BBM: Sejumlah warga duduk santai di atas kursi plastik sambil berbincang di badan Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026) dini hari. Panjangnya antrean kendaraan roda empat menuju SPBU Pettarani yang memakan waktu hingga berjam-jam disikapi santai oleh para pengendara dengan membuka bagasi mobil, menikmati obrolan malam, hingga menjalin pertemanan baru dengan sesama pengantre di pinggir jalan. Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

Kendati melelahkan, fenomena antrean panjang ini turut melahirkan dinamika sosial tersendiri di pinggir aspal Jalan A.P. Pettarani. Sebagian pengendara roda empat memilih keluar dari kabin mobil, menggelar kursi plastik lipat di samping pintu bagasi yang terbuka, lalu berbincang santai sembari menikmati minuman ringan. Ruang tunggu darurat di badan jalan raya tersebut seketika berubah menjadi arena nongkrong dadakan, mempertemukan warga dari berbagai kalangan yang awalnya tak saling kenal menjadi akrab akibat nasib serupa di jalur antrean.

MENGULAR HINGGA KE JALAN: Deretan pengendara sepeda motor memadati badan Jalan Talasalapang Raya akibat antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Talasalapang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026) dini hari. Untuk menyiasati kejenuhan akibat laju antrean yang tersendat, sebagian warga tampak duduk bersila di atas pijakan motor sembari memainkan ponsel pintar mereka di tengah hembusan dinginnya angin malam. Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

Suasana serupa terpantau di ruas Jalan Talasalapang Raya, tempat warga menunjukkan beragam cara untuk mengusir rasa jenuh selama mengantre. Mulai dari duduk bersila santai di atas dek pijakan motor bebek, bersandar pada stang kemudi, hingga menekuni layar gawai pintar masing-masing untuk sekadar membunuh waktu.

Potret antrean dini hari di Makassar ini menjadi cermin ketangguhan warga urban yang tetap berupaya menjaga kesabaran di tengah keterbatasan pasokan bahan bakar demi menjaga roda kehidupan tetap berputar.

Comment