Makassar Matangkan Seleksi Pimpinan BAZNAS

MEDIAWARTA,MAKASSAR,- (Kemenag Makassar)Kota Makassar menggelar rapat pemantapan persiapan seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar di ruang Sekretaris Daerah (Sekda), Senin (20/42026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, yang didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Ahmad Malik Thaha beserta staf. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Muhammad Syarif, serta Sekretaris MUI Sulawesi Selatan yang juga Ketua FKUB Provinsi Sulsel, H. Muammar Muhammad Bakry.

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, dalam arahannya menyampaikan harapan besar terhadap proses seleksi ini. Ia menegaskan bahwa pimpinan BAZNAS ke depan harus mampu membawa perubahan positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang sosial.

“Seleksi ini diharapkan membawa angin segar bagi BAZNAS Kota Makassar, serta memperkuat peran dalam membantu masyarakat kurang mampu sesuai dengan delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yakni fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Kita ingin melahirkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam proses seleksi pimpinan BAZNAS.“Proses seleksi ini harus benar-benar dilakukan secara terbuka dan objektif, sehingga menghasilkan pimpinan BAZNAS yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki integritas, komitmen, dan kepedulian sosial yang tinggi. BAZNAS memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat, sehingga kepemimpinannya harus diisi oleh sosok yang amanah dan mampu menjawab kebutuhan umat,” ungkap H. Muhammad.

Diketahui, pendaftar calon pimpinan BAZNAS Kota Makassar berasal dari berbagai latar belakang profesi. Tidak hanya dari praktisi, tetapi juga kalangan akademisi dengan kualifikasi tinggi, termasuk profesor dan doktor (S3). Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat serta komitmen untuk menghadirkan kepemimpinan yang berkualitas.

Seleksi dilakukan secara terbuka dengan peserta yang berdomisili di Makassar. Keterlibatan lintas profesi diharapkan dapat memperkaya perspektif dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Kota Makassar ke depan.

Comment