Tour de Bulukumba, Bea Cukai Makassar Dorong UMKM Bulukumba Tembus Pasar Ekspor

MEDIAWARTA,MAKASSAR,— Dari produk lokal hingga pasar global, peluang ekspor kini semakin terbuka bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba. Memiliki beragam potensi produk unggulan daerah, Bulukumba didorong untuk tidak hanya menjadi daerah penghasil, tetapi juga mampu membawa produk lokalnya menembus pasar internasional. Semangat tersebut menjadi fokus Bea Cukai Makassar melalui kegiatan Tour de Bulukumba Export Assistance dengan tema “Kembangkan Potensi Daerah melalui Ekspor”, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Kabupaten Bulukumba, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang terdiri atas sosialisasi tata laksana ekspor dan asistensi UMKM berpotensi ekspor tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muhammad Ali Saleng, S.H., M.Si. Turut hadir Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Bulukumba, Drs. A. Ari Arianto A.S., dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bulukumba, Drs. Muhammad Daud Kahal, M.Si.

Dalam sambutannya, Muhammad Ali Saleng menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Bea Cukai Makassar dalam mendorong UMKM daerah. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar hingga ke mancanegara.

Materi tata laksana ekspor disampaikan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Makassar, Muhammad Mirfuad. Dalam paparannya, Mirfuad menjelaskan prosedur ekspor serta berbagi pengalaman keberhasilan UMKM binaan Bea Cukai Makassar yang telah menembus pasar internasional, di antaranya Malaysia, Singapura, Hong Kong, Jepang, Jerman, Turki, dan Arab Saudi.

Untuk memberikan gambaran nyata mengenai perjalanan menuju pasar ekspor, Bea Cukai Makassar juga menghadirkan Owner PT Coconut International Indonesia (CII), Asriyhani, salah satu UMKM binaan Bea Cukai Makassar yang telah mengekspor produk briket arang kelapa ke Jerman, Turki, Inggris, dan Arab Saudi. Dalam sesi berbagi pengalaman, Asriyhani menyampaikan berbagai tantangan dan proses yang dilalui dalam membangun bisnis hingga mampu menembus pasar internasional. Ia menekankan bahwa mental yang kuat dan kejujuran merupakan modal penting dalam menjalankan usaha.

Selain PT CII, turut hadir sejumlah UMKM binaan Bea Cukai Makassar, yaitu Kopi Leluhur dengan produk olahan kopi, Rappo Indonesia dengan produk olahan plastik, Kallolo by Rich dengan produk fashion wastra Sulawesi, Atap Konjo dengan produk kerajinan daun lontara, serta Kacang Putri dengan produk olahan kacang. Para pelaku usaha tersebut turut berbagi pengalaman mengenai perjalanan dan tantangan dalam mengembangkan bisnis hingga memasuki pasar internasional.

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Krisna Wardhana, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan potensi ekspor di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bulukumba. “Pada akhirnya, kegiatan ekspor memberikan dampak luas bagi perekonomian, mulai dari membuka akses pasar internasional, meningkatkan devisa negara, mendorong pertumbuhan UMKM dan industri pengolahan, hingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Kami mendukung UMKM Bulukumba untuk terus berkembang dan meningkatkan potensinya agar mampu menembus pasar global,” ujar Krisna.

Kegiatan ditutup dengan sharing session dan tanya jawab yang menjadi ruang bagi para peserta untuk bertukar informasi, pengalaman, serta membahas berbagai tantangan dalam mempersiapkan produk dan usaha menuju pasar ekspor. Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Makassar berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dapat terus diperkuat dalam menciptakan ekosistem ekspor yang mendukung pertumbuhan UMKM dan peningkatan nilai tambah produk unggulan daerah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comment