MEDIAWARTA, JAKARTA — Perkembangan aktivitas digital membuat ponsel pintar tak lagi sekadar digunakan untuk berkomunikasi atau menjalankan aplikasi. Bagi pekerja profesional, pengusaha, hingga kreator konten, perangkat kini dituntut mampu mengikuti alur kerja yang semakin kompleks, mulai dari mencari ide, mengikuti rapat, mengolah dokumen, hingga memproduksi dan menyunting konten.
Melihat kebutuhan tersebut, Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold8 Series yang terdiri atas Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8. Perangkat ini menggabungkan layar lipat, performa tinggi, kamera, serta fitur Galaxy AI untuk membantu pengguna menyelesaikan lebih banyak aktivitas dalam satu perangkat.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan kebutuhan pengguna terhadap perangkat premium kini tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi.
“Ekspektasi pengguna terhadap smartphone premium terus berkembang. Saat ini, mereka tidak hanya mencari performa tinggi, tetapi juga perangkat yang mampu mengikuti ritme aktivitas sehari-hari dengan lebih cerdas dan efisien,” ujar Ilham.
Menurut dia, integrasi perangkat keras dan Galaxy AI pada Galaxy Z Fold8 Series dirancang untuk membantu pengguna bekerja, berkreasi, sekaligus menyelesaikan berbagai kebutuhan secara lebih praktis.
Pandangan serupa disampaikan content creator Theo Derick. Menurutnya, kemampuan smartphone saat ini perlu dilihat dari sejauh mana perangkat tersebut mampu mendukung keseluruhan alur kerja pengguna.
“Sekarang saya tidak lagi melihat smartphone hanya dari spesifikasinya. Yang lebih penting adalah bagaimana perangkat tersebut bisa mendukung seluruh workflow, mulai dari brainstorming ide, meeting, produksi konten, editing, sampai upload dalam satu perangkat,” kata Theo.
Layar Lipat untuk Multitasking
Galaxy Z Fold8 Ultra diposisikan sebagai perangkat yang mendukung kebutuhan produktivitas tinggi. Layar yang lebih luas memberikan ruang bagi pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, membaca dokumen, mengelola dashboard, hingga mengedit konten.
Sementara Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain yang lebih ringkas. Form factor yang menyerupai paspor membuat perangkat tetap mudah dibawa dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Meski lebih compact, Galaxy Z Fold8 dibekali RAM hingga 16GB dan penyimpanan hingga 1TB. Spesifikasi tersebut ditujukan untuk menunjang kebutuhan multitasking maupun pengolahan konten.
Kedua perangkat menawarkan pendekatan berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan fleksibilitas kepada pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada beberapa perangkat untuk menyelesaikan pekerjaan.
Galaxy AI Bantu Rapat hingga Produksi Konten
Fitur Galaxy AI menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman Galaxy Z Fold8 Series. Teknologi tersebut dapat membantu pengguna dalam berbagai aktivitas, termasuk mentranskripsikan percakapan saat meeting, mengenali beberapa pembicara, hingga membuat rangkuman hasil diskusi.
Sejumlah proses AI juga dapat dilakukan secara langsung di perangkat dan dalam kondisi tertentu tanpa koneksi internet. Kemampuan tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan proses lebih cepat sekaligus mempertimbangkan aspek privasi, terutama ketika menangani pembicaraan yang bersifat rahasia.
Untuk kebutuhan riset, Galaxy AI juga dapat membantu pengguna memperoleh informasi dan rekomendasi berdasarkan konteks aktivitas yang sedang dilakukan.
Pada sektor kreatif, Galaxy Z Fold8 Ultra memungkinkan pengguna memanfaatkan kamera utama melalui cover display ketika mengambil foto maupun merekam video. Perangkat tersebut juga mendukung perekaman video hingga 8K serta proses editing langsung dari perangkat.
Kamera Ultra Wide pada Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki resolusi 50MP. Sementara Galaxy Z Fold8 membawa kamera utama 50MP dan Ultra Wide 50MP dalam bodi yang lebih compact.
Kemampuan tersebut membuat proses produksi konten dapat dilakukan lebih ringkas, mulai dari mengambil gambar, mengolah hasil rekaman, hingga menyiapkannya untuk dipublikasikan.
Pindah dari iPhone ke Galaxy Makin Praktis
Samsung juga memperbarui pengalaman migrasi melalui Smart Switch. Pengguna yang sebelumnya memakai perangkat berbasis iOS dapat memindahkan berbagai data ke Galaxy tanpa perlu memasang aplikasi tambahan pada perangkat lama.
Transfer dapat dilakukan secara nirkabel maupun menggunakan kabel. Data yang dapat dipindahkan mencakup sejumlah informasi penting seperti password dan passkey, riwayat panggilan, pengaturan aksesibilitas, Wi-Fi, eSIM, hingga informasi akun.
Kemudahan tersebut dilanjutkan dengan dukungan berbagi file antara Quick Share dan AirDrop. Pengguna perangkat Galaxy dan iOS dapat saling bertukar file sehingga proses kolaborasi antarplatform menjadi lebih sederhana.
Harga Galaxy Z Fold8 Series
Galaxy Z Fold8 Series tersedia mulai harga Rp28,499 juta. Berikut pilihan harga yang ditawarkan:
Galaxy Z Fold8 Ultra
- 12GB/256GB: Rp32,499 juta
- 12GB/512GB: Rp36,499 juta
- 16GB/1TB: Rp44,499 juta
Galaxy Z Fold8
- 12GB/256GB: Rp28,499 juta
- 12GB/512GB: Rp32,499 juta
- 16GB/1TB: Rp40,499 juta
Dalam periode pre-order 22 Juli hingga 13 Agustus 2026, Samsung menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari memory upgrade hingga Rp4 juta, cashback kartu kredit bank mitra hingga Rp3 juta, perlindungan layar selama dua tahun, Google AI Pro selama enam bulan, serta tambahan trade-in cashback hingga Rp2 juta.
Untuk konsumen yang ingin melakukan upgrade dari Galaxy Z Fold7 256GB ke Galaxy Z Fold8 512GB, tersedia nilai trade-in hingga Rp14,5 juta, ditambah bonus trade-in Rp1,5 juta dan voucher Reservation+ Rp1 juta bagi konsumen yang memenuhi ketentuan.
Dengan kombinasi layar lipat, performa, kamera, dan kecerdasan buatan, Galaxy Z Fold8 Series diarahkan Samsung untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin mengandalkan satu perangkat dalam menjalankan aktivitas profesional maupun kreatif.

Comment