Indonesian Podcast Festival 2026 Resmi Digelar di Makassar, Target 8.000 Pengunjung

Indonesian Podcast Festival 2026 akan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Balai Prajurit M. Yusuf (Manunggal), Makassar. Foto: Istimewa

MEDIAWARTA, MAKASSAR Makassar dipilih menjadi kota pertama penyelenggaraan Indonesian Podcast Festival (IPF) 2026, festival podcast live berskala nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.

Festival yang digagas Close The Door (CTD) bersama Double Group ini menargetkan 7.000 hingga 8.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.

Indonesian Podcast Festival 2026 akan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Balai Prajurit M. Yusuf (Manunggal), Makassar.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Queens Head Kemang, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pemilihan Makassar sebagai kota pembuka sekaligus pilot project menjadi pembeda utama IPF dibandingkan festival sejenis yang selama ini lebih banyak berpusat di Jakarta.

Dari Makassar, penyelenggara menyiapkan roadmap untuk membawa festival tersebut ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

CEO Indonesian Podcast Festival, dr. Ichal Tawil, mengatakan IPF lahir dari melihat besarnya basis pendengar podcast di Indonesia. Selama ini, interaksi antara podcaster dan pendengarnya lebih banyak berlangsung melalui perangkat digital sehingga belum banyak ruang untuk mempertemukan keduanya secara langsung dalam skala besar.

“IPF lahir dari melihat begitu besarnya basis penggemar podcast di Indonesia yang selama ini hanya terhubung lewat ponsel dan earphone, namun belum pernah punya momen untuk bertemu langsung dalam skala besar,” ujar Ichal.

Menurutnya, Makassar memiliki basis penonton yang dinilai siap menikmati event premium di luar konser musik. Karena itu, kota tersebut dipilih sebagai titik awal sebelum IPF dikembangkan menjadi festival tahunan di berbagai daerah.

Mengusung konsep “One Stage & Infinity Story”, IPF akan mengubah venue menjadi studio podcast raksasa.

Selama dua hari, sebanyak delapan sesi pertunjukan disiapkan dengan menghadirkan enam headliner nasional dan dua local heroes asal Makassar.

Lima genre podcast akan menjadi bagian utama festival, yakni Comedy, Lifestyle & Pop Culture, Health & Self-Development, Business & Entrepreneurship, serta Mystery/Horror.

Format acaranya tidak hanya berupa talk show, tetapi juga dirancang agar penonton dapat merasakan pengalaman podcast secara langsung.

Salah satu segmen yang disiapkan adalah Blind Podcast, yakni sesi ketika podcaster berbincang dengan tamu rahasia. Festival juga akan diramaikan stand-up comedy dan pertunjukan musik live.

Tidak berhenti di panggung utama, penyelenggara menyiapkan sejumlah ruang interaksi bagi pengunjung. Di antaranya The POD-Booth, Silent Podcast Corner, area kuliner lokal, photo box, merchandise eksklusif hingga Community Meetup yang mempertemukan kreator dengan para pendengarnya.

Sejumlah nama dari ekosistem podcast Close The Door juga dijadwalkan hadir. Mereka antara lain Deddy Corbuzier melalui Close The Door, Tom MC Ifle lewat Behind The Business, Theo Derick dari Grind Theory, Habib Jafar dan Onad melalui Login, Vadi dan Nino di CTD Friends, serta Ferry Irwandi melalui Docuvlog.

IPF juga memberi ruang bagi kreator lokal. Dari Makassar, Ballorang dan Parecu Podcast akan tampil berdampingan dengan sejumlah komika lokal dalam rangkaian acara tersebut.

Chief Strategic Officer IPF, Coach Tom Mc Ifle, mengatakan kehadiran talent nasional dan kreator lokal dalam satu panggung menjadi bagian penting dari konsep festival. Menurutnya, IPF tidak hanya ingin menjadi ajang hiburan, tetapi juga membangun ekosistem podcast yang lebih luas.

“Dengan jaringan talent nasional yang dimiliki Close The Door dan pengalaman panjang Double Group dalam eksekusi event, kami ingin IPF menjadi IP festival podcast pertama dan terbesar di Indonesia yang bisa berkelanjutan hadir di berbagai kota,” katanya.

Menjelang pelaksanaan festival, panitia juga menyiapkan rangkaian Road to IPF di sejumlah titik publik di Makassar. Program tersebut akan dikemas melalui Mobile Podcast dan Mini Podcast untuk membangun interaksi dengan calon penonton sebelum acara utama berlangsung.

Selain itu, tersedia Private Class bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai bisnis podcasting. Kelas ini dirancang dengan format lebih terbatas dan terkurasi sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai industri podcast.

Makassar menjadi tahap awal dari rencana pengembangan IPF secara nasional. Setelah pelaksanaan perdana di Kota Daeng, penyelenggara menargetkan festival serupa dapat digelar di Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Medan.

Penyelenggara juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra dan sponsor melalui sejumlah kategori kerja sama, mulai Silver, Gold hingga Platinum. Paket tersebut dilengkapi dukungan berupa laporan performa exposure, data demografi audiens serta materi konten co-branded setelah acara.

Dengan target ribuan pengunjung dan kehadiran podcaster nasional serta kreator lokal, Indonesian Podcast Festival 2026 di Makassar diharapkan menjadi ruang baru bagi industri podcast untuk bertemu langsung dengan pendengarnya sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekosistem podcast di berbagai daerah.

Comment