MEDIAWARTA, MAKASSAR — Antrean panjang kendaraan bermotor kembali memadati sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Pemandangan barisan kendaraan yang mengular hingga memakan sebagian badan jalan terlihat mencolok di beberapa titik strategis, salah satunya di SPBU Jalan A.P. Pettarani, SPBU Hasanuddin dan SPBU Talasalapang.
Warga, pengemudi ojek daring, hingga pekerja harian rela menembus hawa dingin malam dan menunggu giliran berjam-jam demi memastikan tangki bahan bakar kendaraan mereka terisi penuh untuk menyambung aktivitas esok hari.

Lautan kendaraan roda dua tampak menyemut rapat di bawah terang lampu kanopi dispenser SPBU Pettarani sejak tengah malam hingga menjelang subuh. Dominasi pengendara motor yang mengantre tertib demi mendapatkan jenis bahan bakar bersubsidi maupun nonsubsidi memperlihatkan betapa tingginya ketergantungan mobilitas harian masyarakat terhadap suplai BBM.
Kilatan lampu rem kendaraan yang berderet di sepanjang ruas jalan protokol menjadi saksi bisu ritme kota yang enggan tidur lantaran tersandera antrean logistik energi.
Di balik padatnya antrean fisik kendaraan, guratan lelah tak dapat disembunyikan dari raut wajah para pengendara. Seorang pemotor bahkan terlihat menelungkupkan kepalanya di atas helm dan setang kemudi, mencuri waktu tidur sejenak di sela bising deru mesin dan kepulan asap knalpot. Menunggu lebih dari dua hingga tiga jam di atas sadel motor bukan perkara mudah, terutama bagi para pekerja lapangan yang baru saja menyelesaikan giliran kerja malam dan masih harus bersabar memajukan motornya jengkal demi jengkal.

Kendati melelahkan, fenomena antrean panjang ini turut melahirkan dinamika sosial tersendiri di pinggir aspal Jalan A.P. Pettarani. Sebagian pengendara roda empat memilih keluar dari kabin mobil, menggelar kursi plastik lipat di samping pintu bagasi yang terbuka, lalu berbincang santai sembari menikmati minuman ringan. Ruang tunggu darurat di badan jalan raya tersebut seketika berubah menjadi arena nongkrong dadakan, mempertemukan warga dari berbagai kalangan yang awalnya tak saling kenal menjadi akrab akibat nasib serupa di jalur antrean.

Suasana serupa terpantau di ruas Jalan Talasalapang Raya, tempat warga menunjukkan beragam cara untuk mengusir rasa jenuh selama mengantre. Mulai dari duduk bersila santai di atas dek pijakan motor bebek, bersandar pada stang kemudi, hingga menekuni layar gawai pintar masing-masing untuk sekadar membunuh waktu.
Potret antrean dini hari di Makassar ini menjadi cermin ketangguhan warga urban yang tetap berupaya menjaga kesabaran di tengah keterbatasan pasokan bahan bakar demi menjaga roda kehidupan tetap berputar.

Comment