Bukit Baruga Pertahankan Ruang Hijau untuk Kenyamanan Warga

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Bagi penghuni kawasan hunian, rumah bukan satu-satunya tempat untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Lingkungan sekitar juga menentukan bagaimana sebuah tempat tinggal terasa nyaman untuk dijalani setiap hari.

Hal itu menjadi salah satu karakter yang dipertahankan Bukit Baruga, kawasan hunian di Kota Makassar yang telah berkembang selama 34 tahun. Ruang Terbuka Hijau (RTH) tetap menjadi bagian dari kawasan, tidak hanya sebagai elemen penghijauan, tetapi juga ruang yang digunakan warga untuk beraktivitas.

Area hijau yang tersebar di kawasan Bukit Baruga memberi pilihan bagi penghuni untuk tidak selalu bergantung pada ruang di dalam rumah. Warga dapat memanfaatkannya untuk berolahraga, berjalan santai, bermain bersama keluarga hingga berkegiatan bersama komunitas.

Keberadaan ruang terbuka tersebut sekaligus membuat aktivitas sosial dapat berlangsung lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Interaksi antarwarga pun tidak harus menunggu adanya kegiatan khusus, karena ruang bersama tersedia dalam keseharian mereka.

Chief Operating Officer Kalla Land, M. Natsir Mardan, mengatakan keberadaan RTH menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan dalam menjaga karakter Bukit Baruga sebagai kawasan hunian.

“Bagi kami, ruang hijau bukan hanya tentang bagaimana kawasan terlihat lebih asri. Yang lebih penting adalah bagaimana ruang tersebut bisa digunakan dan dinikmati oleh warga,” kata Natsir.

Menurut dia, ruang terbuka memberi kesempatan kepada penghuni untuk beraktivitas, bersantai maupun bertemu dengan lingkungan sekitar tanpa harus selalu meninggalkan kawasan.

Pendekatan tersebut membuat fungsi RTH tidak berhenti pada aspek estetika. Ketika ruang hijau dapat digunakan secara aktif, keberadaannya ikut mendukung pola kehidupan warga sekaligus menciptakan ruang interaksi yang lebih natural.

Natsir menambahkan, berbagai kegiatan olahraga, sosial dan komunitas dapat berlangsung di area-area terbuka tersebut. Penggunaannya pun tidak terbatas pada kelompok usia tertentu sehingga ruang hijau dapat menjadi ruang bersama bagi penghuni.

“Ketika ruang hijau bisa digunakan untuk berbagai aktivitas, maka manfaatnya menjadi jauh lebih terasa bagi penghuni. Karena itu, kami ingin ruang-ruang terbuka di Bukit Baruga tetap terjaga dan terus menjadi bagian dari kehidupan warga,” ujarnya.

Bagi kawasan hunian yang telah hadir lebih dari tiga dekade, mempertahankan ruang terbuka hijau juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan tempat tinggal tetap nyaman di tengah perkembangan kawasan perkotaan.

RTH pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai jumlah pepohonan atau hamparan area hijau. Lebih dari itu, ruang tersebut menjadi bagian dari pengalaman tinggal yang memungkinkan penghuni memiliki tempat untuk bergerak, berinteraksi dan menikmati waktu bersama keluarga tanpa harus keluar dari kawasan.

Dengan mempertahankan ruang hijau sebagai bagian dari kawasan, Bukit Baruga menempatkan lingkungan sebagai salah satu unsur penting dalam membangun pengalaman hunian, berdampingan dengan fungsi rumah dan fasilitas yang tersedia.

Comment