Logo Resmi HUT Makassar Angkat Filosofi Papaseng, Karya Anak Muda Tudob Studio

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Filosofi petuah leluhur masyarakat Makassar menjadi inspirasi logo resmi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar.

Karya Tudob Studio yang mengangkat nilai budaya Papaseng terpilih setelah melalui proses sayembara yang melibatkan para pegiat desain.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, sayembara tersebut merupakan upaya pemerintah kota melibatkan pelaku kreatif untuk menghasilkan identitas visual perayaan yang dirancang secara profesional sekaligus berakar pada kearifan lokal.

Menurut Munafri, filosofi Papaseng menjadi salah satu unsur penting yang diangkat dalam logo tersebut. Nilai-nilai petuah leluhur dipadukan dengan pendekatan desain modern agar warisan budaya Makassar tetap relevan dan dekat dengan generasi masa kini.

“Budaya, local wisdom, harus benar-benar terus kita jaga. Karena ini merupakan identitas yang dari zaman dulu menjadi penguat untuk kita semua,” kata Munafri di Makassar Creative Hub jalan Nusantara, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, proses sayembara menghasilkan sejumlah karya yang kemudian diseleksi hingga menyisakan empat finalis. Dari tahapan tersebut, pemerintah kota menetapkan satu desain sebagai logo resmi yang akan digunakan selama satu tahun.

Munafri menilai, perpaduan nilai tradisional dengan kreativitas anak muda menjadi cara untuk menjaga identitas daerah tanpa menghambat perkembangan ekspresi seni dan desain kontemporer.

Tudob Studio Padukan Petuah Leluhur dan Desain Modern

Agung Alfata Dzaky dari Tudob Studio menjelaskan, timnya mengangkat Papaseng sebagai gagasan utama dalam perancangan logo. Konsep tersebut berangkat dari tradisi para tetua masyarakat yang mewariskan petuah berdasarkan pengalaman dan cara mereka memahami alam serta kehidupan.

Nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang lebih meriah dan kontemporer. Tudob Studio juga menyiapkan sejumlah mockup untuk memperlihatkan bagaimana desain dapat diterapkan dalam berbagai media dan hadir lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami mengangkat tentang Papaseng, karena bagaimana tetua-tetua kita merespons alam sehingga bisa membuat petuah untuk anak-anaknya,” ujar Agung.

Proses pengerjaan logo berlangsung selama satu bulan dengan dukungan rekan-rekan dari Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Makassar. Kolaborasi tersebut membantu tim mengembangkan konsep agar tampil lebih kuat dan menarik secara visual.

Agung, yang memiliki latar belakang Desain Komunikasi Visual dari Universitas Negeri Makassar (UNM), mengatakan warna dalam logo dirancang untuk menghadirkan suasana perayaan sekaligus membawa pesan optimisme.

“Tujuan dari warnanya itu adalah bagaimana menumbuhkan harapan dan sikap optimisme,” katanya.

Bagi Tudob Studio, keterlibatan dalam sayembara logo HUT Makassar kali ini menjadi pengalaman pertama atas nama studio. Meski demikian, salah satu dari tiga anggota tim tersebut telah memiliki pengalaman mengikuti kegiatan serupa sebelumnya.

Comment