BI Sulsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat BEKS 2026, Dorong Sulsel Jadi Hub Syariah KTI

MEDIAWARTA,MAKASSAR– Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis untuk mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) Sulawesi Selatan 2026 di Makassar, Jumat (9/10/2026).

Mengusung tema *“Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan”*, BEKS 2026 berlangsung sepanjang Oktober dengan menghadirkan berbagai program strategis untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendorong manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembukaan BEKS 2026 dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama RI, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan dan lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, pondok pesantren, lembaga pengelola zakat dan wakaf, serta pelaku usaha dan penggiat ekonomi syariah.

Optimalkan Potensi Ekonomi Syariah Sulsel

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan syariah melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah sekaligus memperluas kontribusi ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyoroti besarnya peluang pengembangan ekonomi syariah di Sulsel yang didukung oleh sekitar 8,53 juta penduduk Muslim atau 90 persen dari total populasi.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi pemerintah, industri keuangan, dunia pendidikan, pesantren, dan pelaku usaha agar Sulawesi Selatan semakin kuat sebagai hub ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Ia juga berharap BEKS dapat menjadi agenda berkelanjutan bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Dengan demikian, berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata dan menjangkau masyarakat di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dukungan turut disampaikan Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI, Muhammad Fuad Nasar, yang hadir mewakili Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BEKS dan menekankan pentingnya penguatan rencana aksi daerah, percepatan sertifikasi halal, serta pemanfaatan wakaf produktif secara tepat sasaran untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Tiga Agenda Strategis BEKS 2026

Memasuki tahun ketiga sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024, BEKS Sulsel menghadirkan tiga agenda utama yang dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah secara terintegrasi.

Agenda pertama adalah Seremoni Pencapaian Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan 2026. Dalam kegiatan ini, dilakukan penyerahan secara simbolis 30 sertifikat Juru Sembelih Halal (Juleha) dan 50 sertifikat halal bagi UMKM, serta dua sertifikat nazhir kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sulsel.

Dukungan juga diberikan melalui program Tani Berkah dan Air Berkah Indonesia kepada enam pondok pesantren. Selain itu, apresiasi disampaikan kepada UMKM EIWA yang berpartisipasi dalam Istanbul Fashion Connection (IFCO) 2026, serta para pemenang asal Sulawesi Selatan dalam Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 pada kategori ZISWAF unggulan, Olimpiade Ekonomi Syariah, Halal Chef, dan Modest Fashion.

Agenda kedua berupa Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Ekosistem Syariah yang mencakup pengembangan wakaf produktif pesantren di Kabupaten Maros dan pengembangan pariwisata ramah Muslim di Toraja Utara.

Inisiatif ini melibatkan BI Sulsel, pemerintah daerah, dan mitra strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset tanah wakaf beserta sarana pendukungnya. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan destinasi pariwisata ramah Muslim yang inklusif dan berdaya saing di Kawasan Timur Indonesia.

Adapun agenda ketiga adalah Forum Ekonomi Syariah yang mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah: Pemanfaatan Lahan Wakaf Produktif Pesantren dan Pariwisata Ramah Muslim Menuju Sulawesi Selatan sebagai Destinasi Unggulan”

Forum ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E., D.E.S.S., pakar ekonomi dan perbankan syariah sekaligus Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, serta Dr. Sutan Emir Hidayat, S.P., MBA, Ph.D., Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Diskusi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat gagasan dan kolaborasi dalam mengembangkan potensi wakaf produktif pesantren serta pariwisata ramah Muslim sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi syariah daerah.

Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat

Melalui BEKS 2026, Bank Indonesia Sulawesi Selatan berharap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat semakin terarah, terintegrasi, dan memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.

Penguatan ekosistem tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, KDEKS, lembaga keuangan syariah, akademisi, pesantren, pelaku usaha, hingga komunitas ekonomi syariah.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Sulawesi Selatan memiliki peluang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah melalui pengembangan UMKM halal, penguatan kelembagaan zakat dan wakaf, pemberdayaan pesantren, serta pengembangan pariwisata ramah Muslim.

Bank Indonesia Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah yang inovatif, berdaya saing, dan berkeadilan. Lebih dari sekadar agenda tahunan, BEKS diharapkan menjadi gerakan bersama yang mampu memperluas peluang usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

 

Comment