MEDIAWARTA, MAKASSAR – Kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan di RSUD Daya Kota Makassar mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Penggunaan obat untuk menangani keluhan seperti batuk, demam, dan alergi juga meningkat hingga sekitar 80 persen pada September dan Oktober 2026.
Direktur RSUD Daya Kota Makassar, dr. A. Any Muliany M., M.Kes, mengatakan peningkatan terlihat pada pasien anak maupun dewasa. Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi salah satu bagian dengan kunjungan pasien terbanyak.
“Memang sejak dua bulan terakhir ada peningkatan. Dilihat dari jumlah kunjungan juga meningkat, anak dan dewasa, tertinggi itu di IGD,” kata Any saat memberikan keterangan di RSUD Daya, Jumat (16/10/2026).
Ia menyebut, jumlah pasien dengan keluhan tersebut pada September tercatat sekitar 69 orang selama satu bulan. Sementara itu, hingga pertengahan Oktober, jumlahnya telah mencapai sekitar 70 orang.
Selain jumlah kunjungan, peningkatan juga terlihat dari pemakaian obat. Menurut Any, penggunaan obat batuk, obat demam, dan obat alergi mengalami kenaikan hingga sekitar 80 persen pada September dan Oktober.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum menemukan kasus dengan kondisi berat dalam kelompok pasien yang dipantau. Sejumlah pasien memang mengalami sesak napas, tetapi kondisinya dilaporkan membaik setelah mendapatkan penanganan dokter.
Penyebab Gangguan Pernapasan Belum Dipastikan
Peningkatan keluhan pernapasan ini menjadi perhatian di tengah kondisi asap dan cuaca yang kurang mendukung di Makassar. Namun, pihak RSUD Daya belum memastikan bahwa asap menjadi penyebab langsung meningkatnya jumlah pasien.
Any menjelaskan, hasil pemeriksaan darah pada pasien juga menunjukkan adanya virus, tetapi belum ditemukan penyebab spesifik yang dapat menghubungkan seluruh kasus dengan paparan asap.
“Dari pemeriksaan darah memang ada virus juga, dan tidak ada yang spesifik sih memang sebenarnya. Tapi gejala batuk sesak itu ada,” ujarnya.
Ia menegaskan, jumlah pasien memang meningkat, tetapi kondisi pasien yang dirawat masih stabil. Penanganan medis yang diberikan juga menunjukkan perkembangan yang baik.
Pasien yang menjalani perawatan di RSUD Daya pada hari pemeriksaan berjumlah enam orang dan seluruhnya merupakan anak-anak. Menurut Any, kondisi keenam pasien tersebut telah membaik setelah mendapatkan penanganan.
Data tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak. Namun, penentuan penyebab peningkatan kasus tetap membutuhkan pemeriksaan medis dan data epidemiologis lebih lanjut.
Tempat Tidur dan Obat Masih Mencukupi
Di tengah peningkatan kunjungan, RSUD Daya memastikan kapasitas tempat tidur dan persediaan obat masih mencukupi untuk melayani pasien.
“Tempat tidur aman, ada. Obat juga masih dalam jumlah yang cukup, tidak ada masalah,” kata Any.
Ia juga menyebut peningkatan kasus sekitar 50 persen dari Agustus ke September. Kenaikan juga terlihat pada periode September hingga pertengahan Oktober, meski angka akhir untuk bulan berjalan belum tersedia.
Untuk rata-rata pasien harian, Any memperkirakan terdapat sekitar dua pasien yang mengalami keluhan gangguan pernapasan dan membutuhkan perawatan, berdasarkan penjelasan awal yang disampaikan bersama staf rumah sakit.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap memperhatikan gejala yang muncul, khususnya batuk dan sesak napas. Apabila keluhan memburuk atau disertai kesulitan bernapas, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis.
Sementara itu, pemantauan kondisi asap dan cuaca tetap diperlukan. Langkah pencegahan seperti menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk serta mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat dipertimbangkan sesuai kondisi lingkungan dan anjuran otoritas kesehatan.
Peningkatan pasien di RSUD Daya menjadi pengingat bahwa kesiapan fasilitas kesehatan perlu berjalan beriringan dengan pemantauan lingkungan. Meski penyebab peningkatan kasus belum dapat dipastikan, ketersediaan tempat tidur, obat, dan penanganan medis tetap menjadi faktor penting dalam melindungi kesehatan masyarakat Makassar.



Comment