MEDIAWARTA, SURABAYA – Pertumbuhan kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sepanjang Semester I 2026 tidak hanya tercermin dari kenaikan laba, Rabu (26/9/2026).
Di balik meningkatnya aktivitas bongkar muat dan arus barang, terdapat dukungan infrastruktur serta kesiapan peralatan yang menjadi bagian penting dalam menjaga operasional pelabuhan tetap berjalan.
Pelindo mencatat pertumbuhan laba sebesar 60 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Capaian ini menjadi salah satu indikator positif dari transformasi perusahaan yang dijalankan di bawah arahan strategis Danantara Indonesia.
Dari sisi operasional, arus petikemas hingga Juni 2026 mencapai 9,96 juta TEUs. Angka tersebut tumbuh 7 persen secara year-on-year (YoY), menunjukkan peningkatan pergerakan barang melalui jaringan pelabuhan yang dikelola Pelindo.
Kenaikan volume petikemas tentu membutuhkan dukungan fasilitas yang mampu bekerja secara konsisten. Sebab, semakin tinggi aktivitas di terminal, semakin besar pula kebutuhan terhadap peralatan bongkar muat yang andal, aman, dan siap digunakan.
Di titik inilah PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) mengambil peran dalam ekosistem Pelindo. Perusahaan tersebut memberikan dukungan engineering dan pemeliharaan peralatan pelabuhan untuk menjaga keberlangsungan operasional di berbagai wilayah kerja.
PT BIMA dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Total Engineering Services. Layanannya mencakup kebutuhan mekanikal, elektrikal, sipil, hingga pemeliharaan berbagai peralatan yang digunakan dalam aktivitas kepelabuhanan.
Tidak berhenti pada layanan pemeliharaan, dukungan PT BIMA juga mencakup pengadaan heavy equipment, penyediaan spare part, serta berbagai kebutuhan engineering lainnya. Layanan tersebut menjadi bagian dari rantai pendukung yang memastikan fasilitas dan peralatan pelabuhan tetap dalam kondisi optimal.
Bagi industri pelabuhan, kesiapan peralatan memiliki hubungan langsung dengan produktivitas. Gangguan pada mesin atau fasilitas operasional dapat berdampak pada proses bongkar muat dan kelancaran arus barang. Karena itu, aspek pemeliharaan menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting dari aktivitas operasional di lapangan.
Pertumbuhan arus petikemas Pelindo sebesar 7 persen sekaligus memperlihatkan semakin pentingnya dukungan tersebut. Ketika volume barang meningkat, kemampuan terminal untuk mempertahankan produktivitas dan keandalan peralatan menjadi bagian dari tantangan yang harus dijawab.
Kolaborasi antara Pelindo dan perusahaan pendukung dalam ekosistem engineering menjadi salah satu fondasi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Peran seperti yang dijalankan PT BIMA berada di balik layar, tetapi memiliki kontribusi terhadap keberlangsungan aktivitas pelabuhan dari hari ke hari.
Kinerja Semester I 2026 akhirnya memperlihatkan gambaran yang lebih luas mengenai transformasi Pelindo. Pertumbuhan laba dan arus petikemas tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh penguatan operasional serta ekosistem pendukung yang bekerja menjaga fasilitas dan peralatan tetap andal.
Dengan kinerja yang terus menguat, Pelindo memiliki modal penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat perannya sebagai simpul utama logistik nasional.
Pada akhirnya, kelancaran arus barang di pelabuhan bukan hanya soal kapal yang datang dan pergi. Di baliknya ada mesin, peralatan, teknologi, tenaga ahli, serta sistem pemeliharaan yang bekerja memastikan roda logistik Indonesia terus bergerak.

Comment