MEDIAWARTA,— Politeknik Pariwisata Makassar melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada 5–6 September 2026.
Mengusung tema “Implementasi Tata Kelola Destinasi Bahari, Budaya, dan Alam Berkelanjutan di Kabupaten Majene”, kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan pelaku pariwisata dalam mengelola potensi destinasi secara berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan pariwisata memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Pelibatan semua pihak dalam membangun pariwisata sifatnya mutlak. Untuk itu, saya instruksikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata segera membuat draft Nota Kesepahaman (MoU) yang ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama.”
Ketua Tim PKM, Dr. Islahuddin, M.Si., CHE., yang mewakili Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Program PKM ini merupakan wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus sebagai upaya untuk memberikan pemahaman dan praktik pengelolaan kepariwisataan kepada para penggiat pariwisata dan masyarakat luas.”
Komitmen untuk menindaklanjuti kolaborasi tersebut juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Drs. Ahmad Djamaan, M.Si.
“Kita akan segera melakukan brainstorming dengan semua pihak terkait untuk membuat draft Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Pariwisata Makassar. Termasuk dalam PKS tersebut adalah pembuatan Rencana Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Majene.”
Rencana penyusunan RIPPDA Kabupaten Majene menjadi salah satu tindak lanjut strategis yang diharapkan dapat memperkuat arah pembangunan pariwisata daerah secara lebih terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kegiatan PKM ini digagas dan dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Makassar dengan melibatkan Dr. Islahuddin, M.Si., CHE., Dr. Ratnah, M.Pd., CHE., Dr. Darwis, M.M., dan Nyoman Siryayasa, M.M.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas pemilik homestay, pelaku UMKM, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penggiat pariwisata, pengelola desa wisata, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene. Peserta merupakan kelompok sasaran yang direkomendasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene.
Materi pelatihan meliputi Destination Management Organization (DMO), pemberdayaan perempuan, digital marketing, serta keselamatan wisatawan. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola destinasi, meningkatkan peran masyarakat khususnya perempuan dalam kegiatan ekonomi pariwisata, memperluas promosi destinasi dan produk lokal melalui media digital, serta meningkatkan kesadaran terhadap aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan. Kegiatan juga dilengkapi dengan latihan identifikasi Daya Tarik Wisata (DTW) agar peserta mampu mengenali dan memetakan potensi destinasi di wilayah masing-masing.
Pendekatan pelatihan dirancang secara praktis agar pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan yang dapat mendukung pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kualitas destinasi.
Kolaborasi antara Politeknik Pariwisata Makassar dan Pemerintah Kabupaten Majene, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan PKM, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih terstruktur melalui MoU dan PKS, termasuk dukungan terhadap penyusunan RIPPDA dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia pariwisata.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Pariwisata Makassar terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi bidang pariwisata yang hadir secara nyata di tengah masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pariwisata Majene yang berkualitas, inklusif, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Comment