Makassar Jadi Kota Pertama di Luar Jawa untuk Superco Superfest 2026

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Lapangan Telkom Makassar berubah menjadi ruang pembinaan sekaligus panggung kompetisi bagi pesepak bola usia dini, Minggu (4/10/2026). Sebanyak talenta muda dari sejumlah daerah mengikuti Khong Guan Superco Supercamp Superfest 2026, program yang memadukan pelatihan, pertandingan, dan aktivitas keluarga.

Kegiatan yang digelar Khong Guan Group melalui produk Superco itu memasuki tahun kelima. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang berfokus di Pulau Jawa, tahun ini Makassar dipilih sebagai kota pertama di luar Jawa untuk memperluas jangkauan pembinaan sepak bola usia dini.

Program tersebut melibatkan talenta muda dari enam provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

Marketing Manager Khong Guan Group, Tenne Gunawan, mengatakan Superco Superfest tidak hanya diarahkan untuk mencari pemain berbakat. Program tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman latihan, bertanding, sekaligus belajar membangun karakter melalui olahraga.

“Program Superco Superfest ini memasuki tahun kelima. Sebagai value dari Khong Guan, kita mau terus membina anak-anak dalam tumbuh kembang di bidang sepak bola,” kata Tenne.

Proses penjaringan pemain dilakukan sebelum kompetisi berlangsung. Tim Superco mendatangi 15 sekolah sepak bola (SSB) di Makassar melalui program Goes to School. Penjaringan juga diperluas dengan melibatkan peserta dari Palu dan Kendari serta audisi secara daring.

Dari proses tersebut, terpilih 25 pemain yang mengikuti Superco Supercamp pada Sabtu (3/10/2026). Mereka kemudian mendapatkan pembinaan intensif sebagai bagian dari persiapan membentuk Superco Superteam.

“Total dari SSB ada 15, lalu ada lima dari Palu dan Kendari, dan lima dari online untuk menjadi tim Superco,” jelas Tenne.

Menurut dia, pembinaan yang diberikan kepada pemain muda tidak berhenti pada kemampuan mengolah bola. Anak-anak juga diarahkan memahami kedisiplinan, pengendalian emosi, kerja keras, dan sikap sportif yang dibutuhkan dalam perjalanan menjadi atlet.

“Selain membina anak-anak tersebut, kita juga membina dari sisi emosional mereka dan pelatihan kedisiplinan, sehingga mereka siap menjadi pesepak bola di Indonesia,” ujarnya.

Setelah mengikuti Supercamp, para pemain muda tersebut bergabung dalam rangkaian kompetisi Superco Superfest bersama puluhan SSB. Pertandingan menjadi bagian penting karena pemain dapat menguji kemampuan yang diperoleh selama proses pembinaan dalam situasi pertandingan sebenarnya.

Pelaksanaan tahun ini juga memperlihatkan bagaimana program pembinaan sepak bola dapat dikemas menjadi kegiatan yang lebih dekat dengan keluarga. Selain pertandingan dan coaching clinic, Superco menyediakan berbagai aktivitas hiburan dan area interaksi bagi pengunjung di lokasi kegiatan.

Melihat Potensi Sepak Bola Makassar

Pemilihan Makassar bukan tanpa alasan. Khong Guan melihat Sulawesi memiliki basis pemain muda yang besar dan ekosistem sepak bola yang terus berkembang.

Tenne menyebut keberadaan PSM Makassar menjadi salah satu gambaran kuat mengenai besarnya minat dan budaya sepak bola di kota tersebut. Kondisi itu dinilai membuka peluang untuk menemukan lebih banyak pemain muda yang membutuhkan akses pembinaan sejak usia dini.

“Makassar ini mempunyai banyak talenta. Kita juga lihat ada PSM Makassar. Jadi kita mau datang ke Makassar untuk melebarkan sayap dan melatih anak-anak talenta di usia dini,” katanya.

Langkah tersebut sekaligus memperluas cakupan program “Sejuta Bola Superco untuk Indonesia” yang sebelumnya telah digelar di berbagai wilayah Pulau Jawa, mulai Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Memasuki tahun kelima, Superco mulai membawa program tersebut keluar dari wilayah yang selama ini menjadi pusat pelaksanaan. Makassar menjadi titik awal untuk menjangkau talenta sepak bola di kawasan Indonesia timur.

“Sejak tahun pertama kita sudah berjalan di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Baru kali ini kita melangkah keluar Pulau Jawa karena melihat potensi yang sangat besar di Makassar,” tutur Tenne.

Ia mengatakan, pelaksanaan di Makassar menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan bagi anak-anak di daerah untuk memperoleh pengalaman pembinaan yang terarah.

Untuk tahun berikutnya, Khong Guan membuka peluang membawa Superco Superfest kembali ke daerah lain di luar Pulau Jawa. Namun, lokasi dan waktu pelaksanaan masih akan mempertimbangkan kondisi serta kesiapan masing-masing daerah.

“Untuk tahun depan kemungkinan kita akan keluar lagi di luar Jawa, tetapi nanti ditunggu tanggal mainnya. Kita tunggu situasi dan kondisi juga di tahun depan,” kata Tenne.

Bagi Makassar, kehadiran Superco Superfest bukan sekadar menghadirkan turnamen sepak bola usia dini. Program ini membawa peluang bagi pemain muda dari Sulawesi dan sekitarnya untuk mendapat pengalaman kompetisi sekaligus mengenal pola pembinaan yang menempatkan keterampilan dan karakter dalam satu proses.

“Di tahun ini, tahun kelima kita melangkah ke Makassar,” pungkas Tenne.

Comment