MHM 2026 Putar Ekonomi Rp52,3 Miliar, Hotel Jadi Penyumbang Terbesar

MEDIAWARTA, MAKASSAR — Telkomsel Makassar Half Marathon (MHM) 2026 tidak hanya menghadirkan ribuan pelari ke Kota Makassar. Ajang olahraga tersebut juga memberi efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan hasil survei dan analisis dampak ekonomi MHM 2026, rangkaian kegiatan tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp52,3 miliar selama periode aktivitas peserta dan pendamping di Makassar.

Angka itu terungkap dalam pemaparan hasil riset MHM 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (14/8/2026). Perhitungan tersebut mencakup pola pengeluaran peserta dan pendamping selama berada di Makassar selama kurang lebih lima hari.

Research Lead MHM 2026, Mugi Bintang, mengatakan survei tersebut dilakukan bukan hanya untuk mengukur tingkat kepuasan peserta, tetapi juga melihat seberapa besar kontribusi MHM terhadap aktivitas ekonomi dan citra Kota Makassar.

“Keberadaan survei di sini adalah ingin membuktikan tanggung jawab pelaksana, tim Makassar Marathon kepada masyarakat Makassar maupun masyarakat Sulawesi Selatan, untuk menjadikan Makassar Marathon sebagai bagian dari simbol olahraga di Kota Makassar,” ujar Mugi.

Hotel Jadi Penggerak Ekonomi Terbesar

Dari total estimasi Rp52,3 miliar, sektor akomodasi menjadi penerima manfaat ekonomi terbesar. Nilai transaksi hotel dan akomodasi diperkirakan mencapai Rp23,44 miliar, atau sekitar 44,8 persen dari total perputaran ekonomi.

Sektor ritel atau belanja menyusul dengan estimasi transaksi Rp8,59 miliar. Kemudian makanan dan minuman mencapai Rp8,51 miliar.

Sementara itu, sektor pariwisata dan hiburan diperkirakan memperoleh perputaran sekitar Rp4,44 miliar, transportasi lokal Rp4,01 miliar, serta pengeluaran lainnya sekitar Rp3,31 miliar.

Jika dibagi berdasarkan periode aktivitas selama lima hari, perputaran ekonomi tersebut setara dengan rata-rata sekitar Rp10,5 miliar per hari.

Mugi menegaskan, penyusunan survei dilakukan dengan melibatkan tim yang memiliki latar belakang akademis di bidang statistik dan ekonomi. Tim tersebut antara lain Adika Pertianti dari Statistik Universitas Hasanuddin, Tiwi dari Statistik Universitas Islam Makassar, serta Nadia dari Ekonomi UIN Alauddin Makassar.

“Kami tidak mau serta-merta membuat survei yang tidak proper dan tidak sesuai dengan kaidah survei yang ada,” kata Mugi.

Ribuan Pelari Bawa Dampak ke Berbagai Sektor

Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 diikuti sekitar 12.400 peserta, terdiri atas sekitar 6.000 peserta kategori 10K, 6.000 peserta kategori 5K, dan sekitar 400 peserta Kids Dash.

Kehadiran peserta dari luar Sulawesi Selatan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong aktivitas ekonomi. Mereka tidak hanya mengeluarkan biaya untuk mengikuti lomba, tetapi juga membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi, belanja hingga rekreasi selama berada di Makassar.

Estimasi pengeluaran terbesar berasal dari peserta kategori Half Marathon dari luar Sulsel dengan nilai sekitar Rp17,21 miliar. Sementara peserta kategori 10K dari luar Sulsel diperkirakan memberikan kontribusi sekitar Rp12,12 miliar.

Dampaknya kemudian menyebar ke berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, destinasi wisata hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kondisi tersebut memperkuat posisi MHM sebagai salah satu agenda sport tourism di Kota Makassar. Event olahraga tidak lagi sekadar menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi magnet yang mendatangkan wisatawan dan menggerakkan konsumsi masyarakat.

80,5 Persen Peserta Mengaku Puas

Survei MHM 2026 juga memotret pengalaman peserta selama mengikuti lomba. Hasilnya menunjukkan 80,5 persen peserta menyatakan puas terhadap pengalaman mereka.

Minat untuk kembali mengikuti Makassar Half Marathon juga tergolong tinggi. Sebanyak 84,1 persen peserta menyatakan tertarik kembali mengikuti MHM pada tahun berikutnya.

Sementara itu, indikator city pull atau daya tarik Makassar sebagai kota penyelenggara mencapai 87,9 persen.

Indikator advokasi peserta juga mencatat skor positif +58,7, yang menunjukkan kecenderungan peserta merekomendasikan MHM kepada orang lain.

Bukan hanya penyelenggaraan lomba yang mendapat penilaian positif. Persepsi peserta terhadap Kota Makassar juga ikut terdongkrak.

Sebanyak 85,2 persen peserta menilai Makassar semakin sesuai dengan citra sebagai kota penyelenggara sport event. Sebanyak 84,1 persen mengaku ketertarikannya terhadap kuliner dan pariwisata Makassar meningkat setelah mengikuti MHM.

Kemudian, 83,7 persen peserta menilai Makassar menarik untuk dikunjungi. Sebanyak 82,2 persen menilai masyarakat Makassar ramah, sedangkan 85,9 persen menggambarkan Makassar sebagai kota yang aktif, hidup, dan energik.

Stimulus Rp2,5 Miliar, Dampak Ekonomi Rp52,3 Miliar

Race Director MHM 2026, Safitra Aryana, mengatakan besarnya dampak ekonomi tersebut tidak terlepas dari dukungan dan stimulus Pemerintah Kota Makassar.

Namun, ia menegaskan stimulus pemerintah sebesar Rp2,5 miliar bukan merupakan keseluruhan biaya penyelenggaraan MHM 2026.

Menurut Safitra, total biaya penyelenggaraan event tersebut mencapai sekitar Rp12 miliar.

“Rp2,5 miliar menjadi stimulus dari Pemerintah Kota. Nah, dari stimulus itu, pemerintah kota mendapat dampak perputaran uang selama lima hari sebesar Rp52,3 miliar dari data,” ujar Safitra.

Menurutnya, data tersebut memperlihatkan potensi event olahraga dalam menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

“Jadi sebenarnya ini adalah sebuah stimulus yang menghasilkan multiplier effect. Bagaimana Rp2,5 miliar bisa menghasilkan Rp52,3 miliar perputaran ekonomi,” katanya.

Goodie Bag Hampir Seluruhnya Tuntas

Dalam kesempatan tersebut, Safitra juga menjelaskan perkembangan penyelesaian persoalan goodie bag yang sempat menjadi perhatian peserta setelah pelaksanaan MHM 2026.

Ia mengatakan terdapat miskomunikasi dengan penyedia lokal sehingga sekitar 12.400 goodie bag belum seluruhnya tersedia pada hari pelaksanaan.

Panitia kemudian melakukan mitigasi dengan mengirimkan email kepada sekitar 12.000 peserta setelah kembali ke Jakarta. Peserta diminta melengkapi data pengiriman untuk proses distribusi.

Dari data yang telah diterima, sekitar 9.000 peserta disebut sudah melengkapi informasi pengiriman. Proses distribusi goodie bag pun kini hampir seluruhnya rampung.

Sementara itu, Founder Makassar Half Marathon, Ki Harry, menilai keberadaan survei dan data dampak ekonomi menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban penyelenggara kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah event tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau kemeriahan acara. Dampak terhadap daerah dan pengalaman peserta juga menjadi ukuran penting.

Dengan estimasi perputaran ekonomi Rp52,3 miliar, tingkat kepuasan peserta 80,5 persen, serta keinginan kembali sebesar 84,1 persen, MHM 2026 memiliki modal untuk terus berkembang sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan di Makassar.

Hasil riset tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi penyelenggara untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan pada tahun berikutnya.

Lebih jauh, semakin besar dan berkualitas penyelenggaraan MHM, semakin terbuka pula peluang Makassar untuk menjadikan olahraga sebagai pintu masuk pariwisata sekaligus penggerak ekonomi kota.

Comment