Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa

MEDIAWARTA, MAKASSAR — Kesulitan ekonomi tidak selalu datang ketika mahasiswa baru memulai kuliah. Bagi sebagian mahasiswa, persoalan justru muncul saat pendidikan hampir tuntas, ketika skripsi atau tesis sudah dikerjakan dan hanya tinggal beberapa tahap menuju kelulusan.

Kondisi itu ditemukan Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 121 mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor. Mereka telah berada di tahap akhir studi, tetapi terkendala biaya untuk menyelesaikan proses akademik.

Setelah melakukan penelusuran terhadap kondisi mahasiswa, UMI menemukan beragam persoalan, mulai dari orang tua meninggal, keluarga kehilangan pekerjaan, usaha menurun, penyakit, perceraian, hingga perubahan kondisi ekonomi secara tiba-tiba.

Atas kondisi tersebut, UMI mengalokasikan Bantuan Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi sebesar Rp1,599 miliar bagi 121 mahasiswa.

Kebijakan itu diumumkan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. dalam Wisuda UMI Periode II Hari Pertama di Hotel Claro Makassar, Kamis (27/8/2026).

“Ketika kami telusuri, di balik angka tunggakan itu ada persoalan manusia. Ada orang tua yang meninggal, ada keluarga kehilangan pekerjaan, ada usaha keluarga yang menurun, ada penyakit, ada perceraian,” kata Hambali.

Menurut Hambali, bantuan tersebut bukan bentuk penghapusan kewajiban akademik. Mahasiswa tetap harus menyelesaikan penelitian, mengikuti ujian, dan memenuhi seluruh standar kelulusan yang ditetapkan universitas. UMI hanya memberikan dukungan kepada mahasiswa yang secara akademik sudah mendekati garis akhir, tetapi menghadapi persoalan finansial yang telah ditelusuri dan diverifikasi.

“Apakah setelah berjuang bertahun-tahun mereka harus berhenti hanya beberapa langkah sebelum selesai? UMI memutuskan: tidak,” tegasnya.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UMI membangun sistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kondisi mahasiswa. Kampus tidak ingin persoalan mahasiswa baru diketahui ketika mereka sudah berhenti kuliah.

Melalui penguatan data dan transformasi digital UMI Connection, universitas mendorong sistem yang mampu mendeteksi persoalan lebih awal. Bagi UMI, bantuan pendidikan bukan sekadar soal membayar tunggakan, tetapi memastikan mahasiswa yang masih memiliki kesempatan menyelesaikan studi tidak kehilangan gelar hanya karena persoalan ekonomi yang datang di penghujung perjalanan pendidikan.

Comment