MEDIAWARTA, MAKASSAR — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., meminta sekitar 11 ribu mahasiswa baru menjadikan prestasi sebagai karakter utama selama menempuh pendidikan di kampus.
Pesan tersebut disampaikan Prof JJ saat menyambut mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unhas 2026 di JK Arenatorium GOR Unhas, Selasa (11/8/2026).
Prof JJ mengatakan mahasiswa baru Unhas tidak perlu merasa rendah diri ketika berhadapan dengan mahasiswa perguruan tinggi lain. Menurutnya, Unhas memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing hingga tingkat global.
Ia kemudian mengingatkan mahasiswa baru pada keberhasilan Unhas di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Unhas berhasil mempertahankan Piala Adikarta Kertawidya selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.
“Dua kali berturut-turut memenangkan Piala Pimnas. Piala Adikarta Kertawidya selama 37 tahun selalu berada di Pulau Jawa. Tapi 2024 mahasiswa Universitas Hasanuddin berhasil mengambil trofi itu dan membawanya ke Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan trofi pada 2025 menunjukkan bahwa pencapaian tersebut bukan kebetulan. Mahasiswa Unhas dinilai mampu mempertahankan prestasi dengan kepercayaan diri dan daya saing yang kuat.
“Dasar mahasiswa Unhas penuh ketegaran, penuh kepercayaan diri. Kita menunjukkan siapa Unhas dan tetap mempertahankan trofi itu dengan dua kali lebih besar medalinya dibanding UGM yang juara dua,” katanya.
Prof JJ ingin capaian tersebut menjadi titik tolak bagi mahasiswa baru untuk membangun budaya kampus yang lebih kuat dalam bidang prestasi. Ia berharap mahasiswa mampu menunjukkan kemampuan melalui pencapaian akademik maupun nonakademik.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan perkelahian, tindakan anarkis, ataupun demonstrasi yang tidak substantif sebagai identitas Unhas.
“Semangat prestasi yang akan kita dorong untuk menjadi pegangan bagaimana karakter Unhas. Bukan lagi yang suka berkelahi, bukan lagi yang suka anarkis, bukan lagi yang suka demo sembarangan yang tidak berarti. Tapi kita ingin prestasilah yang akan kita tonjolkan,” tegasnya.
Menurut Prof JJ, pembangunan sumber daya manusia unggul memiliki kaitan erat dengan masa depan Indonesia. SDM berkualitas diperlukan untuk mendorong Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) menuju Generasi Emas 2045.
Karena itu, ia meminta mahasiswa baru tidak takut memiliki cita-cita besar.
“Jangan pernah loyo, jangan pernah takut, dan jangan pernah gentar,” pesannya.
Prof JJ memastikan pimpinan Unhas akan mendampingi mahasiswa dalam mengejar cita-cita. Dukungan tersebut juga melibatkan Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, dan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas).
Ia menekankan, ukuran keberhasilan mahasiswa bukan sekadar menyandang status sebagai lulusan. Mahasiswa diharapkan menyelesaikan studi tepat waktu dengan kualitas yang mampu bersaing.
“Kita akan membersamai Saudara-saudara menggapai mimpi, menggapai cita-cita. Bukan hanya selesai, tapi selesai tepat waktu dengan kualitas yang membanggakan dan bersaing, bisa bersaing secara global,” tutup Prof JJ.

Comment